Masjid Raya Ganting Kebanggaan Orang Padang Dibangun Abad ke-18 Bergaya Neo Klasik Eropa dan Tiongkok
- medan
Al Mijum,Wakil Ketua Pengurus Masjid Raya Ganting, menyebutkan bahwa masjid tertua di Kota Padang ini didirkan pada tahun 1805 dan pembangunannya berjalan selama lima tahun hingga tahun 1810.
Karena Masjid Raya Ganting adalah masjid cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.54/PW.007/MKP/2010 Tahun 2010, sudah tentu keasliannya harus dijaga dan tidak berubah-ubah.
“Masjid ini pernah direnovasi besar-besaran akibat gempa tahun 2009 yang lalu. Namun bukan dirubah bentuk hanya saja dibangun kembali dengan bentuk yang sama namun dengan bahan yang berbeda, dan ukuran juga sama 30 kali 30 meter bujur sangkar,” urai Al Mijum.
Bangunan masjid ini memang bergaya Neo Klasik Eropa terlihat dari bentuknya yang persegi panjang dan simetris.
Selain itu, tiang utama masjid yang berjumlah 25 juga mencerminkan tentang 25 rasul yang diimani oleh umat Islam hingga saat ini.
Memperkuat arti tiang 25 tersebut, ukiran kaligrafi nama ke-25 Rasul terdapat pada setiap tiang berbentuk segi enam, berdiameter 40 cm dan tinggai 4,2 meter tersebut.
Sementara pintunya berjumlah 7 buah dengan bentuk yang berbeda antara ruang utama dengan pintu sisi bangunan. Ukuran pintu rata-rata 2,45 x 1,7 meter yang terbuat dari kayu dan kaca.
Wajar masjid ini sangat sejuk meski diterpa cahaya matahari langsung, lantaran banyaknya jumlah dan pintu yang terbuka serta dinding yang dilapisi keramik yang mampu menahan hawa panas dari luar.
JIka saat ini anda berada di Kota Padang, atau disaat libur Idul Fitri nanti, singgahlah ke Masjid Raya Ganting yang sangat estetis dan bernilai sejarah yang sangat tinggi ini untuk beribadah.
Karena masjid ini adalah masjid tertua di Kota Bingkuang dan kebanggaan ‘nak rang Padang’ (anak orang Padang). (yud/fhr)
Load more