News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

UAS Beberkan 3 Penyebab Kita Sulit Menghindar dari Ghibah

Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan beberapa hal yang membuat kita sulit menghindari ghibah. Setelah mengetahui penyebabnya, diharapkan kita dapat menghindar.
Rabu, 5 April 2023 - 17:26 WIB
Ustaz Abdul Somad (UAS), Pendakwah
Sumber :
  • YouTube Ustaz Abdul Somad

Jakarta, tvOnenews - Ghibah adalah salah satu perbuatan yang kerap dianggap sulit dihindari oleh banyak kalangan. Padahal membicarakan orang lain artinya sama saja dengan memakan bangkai saudaranya sendiri.

Lantas mengapa sulit dihindari? Dalam program religi tvOne, Indahnya Ramadhan, UAS dan Sahabat, Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan beberapa hal yang membuat kita sulit menghindari ghibah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

“Yang pertama jangan pernah takut penilaian orang,” kata UAS dalam program religi tvOne, Indahnya Ramadhan, UAS dan Sahabat.

Kemudian UAS melanjutkan bahwa ketika kita menghadap Allah SWT, semua orang tersebut tidak akan ikut.

“Semua orang-orang ini tidak ikut, yang mengiringi manusia saat ke liang kubur, hartanya sampai tepi liang lahat lalu dibawa pulang, temannya mengantar lalu pulang,” kata UAS.

UAS juga mengingatkan bahwa orang yang mengajak membicarakan orang lain pasti akan membicarakan kita ketika tidak ada.

“Ketika kita masih berharap dengan penilaian orang, dimana letak iman? apakah anda lupa bahwa akan ada hisab? pada saat nanti hari perhitungan, orang-orang yang berteman pada hari itu bermusuhan, kecuali orang-orang yang bertakwa,” tandas UAS.

Alasan kedua mengapa orang sulit berhenti melakukan ghibah, menurut UAS adalah karena ia yakin amal lainnya akan menutupi perbuatannya itu.

“Kedua, kenapa sulit berhenti, karena dia yakin ada amal yang menutupi,” kata UAS.

Hal itu tak lain merupakan pola pikir yang berasal dari iblis.

“Kau ciptakan aku dari api, Kau ciptakan dia manusia dari tanah, iblis menarik kesimpulan sendiri padahal Allah tidak pernah mengatakan siapa yang lebih hebat. Hal itu merupakan kesesatan,” kata UAS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka berangkat dari pola pikir itulah banyak orang yang berpikir bahwa tak apa jika ia membicarakan orang lain karena dapat ditutupi dengan amal yang ia lakukan.

“Saya kan sudah baca Al-Qur’an, tarawih, ghibah sedikit tak apa. Seringkali kita menyalahkan setan, padahal kesesatan datang dari diri, setan hanya kipasnya saja, kalau tidak ada percikan maka tak akan ada yang membakar,” kata UAS.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT