News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mereguk Segarnya Buah Siwalan, Buka Puasa pun Terasa Nyaman

Buah siwalan terasa adem di mulut sehingga banyak dicari saat bulan Ramadhan Bisa dimakan sebagai buah segar atau diolah menjadi es campur dan lain-lain.
Jumat, 31 Maret 2023 - 09:49 WIB
Buah siwalan.
Sumber :
  • Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno

Semarang, tvOnenews.com - Buah siwalan memiliki daging buah yang kenyal dan sangat segar. Rasanya seperti kombinasi antara kelapa muda dan kolang-kaling. Wajar karena pohon siwalan masih satu famili dengan pohon kelapa dan aren penghasil kolang-kaling.

Buah siwalan juga terasa adem di mulut sehingga banyak dicari saat bulan Ramadhan seperti sekarang ini untuk berbuka puasa. Bisa dimakan langsung sebagai buah segar, bisa juga diolah menjadi kuliner khas seperti es campur, dan lain-lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mencari buah siwalan atau disebut juga lontar saat ini gampang-gampang susah. Hanya di daerah tertentu saja pohon siwalan bisa tumbuh subur. Daerah pesisir menjadi tempat yang bagus untuk tumbuhnya pohon ini. 

Salah satunya di Kota Semarang. Daerah yang terkenal penghasil buah siwalan adalah Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan. Ribuan pohon tumbuh subur di sini secara alami sejak nenek moyang warga dulu.


Buah siwalan yang sudah dikupas. (Teguh Joko)

Warga pun sebagian masih mempertahankan pohon mereka. Bedanya, kalau dulu pohon ini tumbuh di lahan terbuka, kini lahan tersebut sudah berubah jadi pemukiman sehingga pohon siwalan kini berada di sela-sela rumah warga.

"Ya saya tahunya sejak kecil sudah ada pohon siwalan di sini. Kalau menurut cerita keluarga sih, sudah ada sejak kakek buyut. Jadi kita tinggal meneruskan dan merawat," kata Banu, penjual buah siwalan di Tlogosari Semarang.

Hasil petik buah siwalan kemudian dijual di tepi Jalan Woltermonginsidi, dekat dengan pohon ini tumbuh. Ada beberapa pedagang buah siwalan di sini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buah siwalan dipajang masih dalam deretan tandan yang berisi puluhan butir. Warnanya kulitnya hitam mengkilat dan menarik perhatian mengingat buah ini jarang ada di tempat lain. Setiap sore menjelang buka puasa, banyak yang antre untuk membeli buah siwalan.

"Kalau pas bulan Ramadhan seperti sekarang, penjualan meningkat mas. Makanya kita harus mendatangkan buah dari luar daerah karena panenan di sini kurang banyak. Kita cari tambahan pasikan dari Rembang dan Tuban pakai mobil pikap," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT