Paksu dan Bunda Wajib Tahu! Tata Cara Adab Berhubungan Suami Istri Syariat Islam dan Hadist Rasulullah SAW
- pixabay.com
tvOnenews.com - Islam mengatur berbagai tata cara hidup umatnya, termasuk tentang adab berhubungan suami istri sesuai sunnah dan syariat Islam agar mendapat rahmat Allah SWT.
Melakukan hubungan suami istri bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis semata, namun termasuk dalam ibadah dan menjadi pahala hingga memberi manfaat bagi kesehatan.
Tata Cara, Adab dan Posisi berhubungan suami istri sesuai sunnah serta syariat Islam
Islam memberikan petunjuk mengenai posisi berhubungan suami istri, serta adab berhubungan yang harus ditaati.
Paksu dan Bunda Wajib Tahu! Tata Cara Adab Berhubungan Suami Istri Syariat Islam dan Hadist Rasulullah SAW. Source: pixabay.com
Hubungan seksual bukan hanya sekedar kenikmatan dan penyaluran hasrat seksual saja, melainkan memiliki nilai ibadah.
Rasulullah SAW menekankan hal ini agar umatnya bisa menahan pandangan dan mampu menjaga diri dari sesuatu yang diharamkan.
Diriwayatkan dalam hadist Bukhari Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.
Artinya: "Wahai para pemuda, siapa yang mampu menikah di antara kamu semua, maka menikahlah. Karena ia lebih dapat menahan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Siapa yang belum mampu, hendaknya berpuasa, karena ia sebagai tameng" (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lain-lain).
Berikut adalah beberapa tata cara dan adab berhubungan intim bagi suami istri sesuai sunnah:
1. Mandi dan Berwudu sebelum Berhubungan Intim
Biasakan untuk membersihkan diri sebelum berhubungan intim. Bersihkan seluruh anggota tubuh, termasuk alat kelamin.
Suami maupun istri harus mandi agar tubuh wangi dan terlihat segar. Selain itu, menyenangkan suami dengan berpenampilan menarik merupakan salah satu hal yang diajarkan.
Berwudu sebelum berhubungan menjadikan tubuh menjadi suci. Karena bercinta termasuk dalam ibadah, maka sebaiknya menyucikan badan dengan berwudhu.
2. Berdoa dan Berniat
Membaca doa dan niat sebelum berhubungan intim juga penting.
Doa sebelum berhubungan intim
بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Doa tak hanya dilakukan sebelum berhubungan, namun juga saat air mani atau sperma keluar, dan saat hubungan seks telah usai.
Doa saat suami mengeluarkan air mani atau sperma:
اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً
Artinya: "Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik."
Doa setelah selesai berhubungan intim:
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا
Artinya : "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)."
Selain berdoa, suami istri pun dianjurkan untuk menunaikan sholat sunnah dua rakaat sebelum berhubungan intim.
3. Berhubungan Intim Dengan Niat Untuk Menyenangkan Suami
Berniat menyenangkan suami menjadi bagian dari adab dan tata cara berhubungan intim sesuai sunnah dan syariat Islam.
Istri yang baik adalah dia yang berniat menyenangkan suaminya dalam segala hal yang dilakukannya, termasuk saat berhubungan intim.
4. Lakukan dengan Santai, Dahului Hubungan Intim dengan Cumbuan
Hubungan intim suami istri sepatutnya menyenangkan dan dapat dinikmati oleh kedua belah pihak.
Komunikasi antar pasangan sangat penting, beritahu pasangan hal yang dapat merangsang dan dahulukan bercumbu atau foreplay sebelum bercinta.
Diterangkan dalam salah satu hadist, hubungan suami istri sesuai sunnah tidak sepatutnya dilakukan terburu-buru dan langsung intercourse.
"Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu melakukan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR.Tirmidzi)
5. Posisi yang dibolehkan saat berhubungan intim sesuai syariat
Cara berhubungan suami istri sesuai sunnah membolehkan berbagai posisi saat berhubungan intim.
Namun Rasulullah SAW dengan tegas menyatakan bahwa bercinta dalam posisi berdiri tidak diperbolehkan dalam Islam. Hal itu dapat menyebabkan hubungan tersebut jauh dari rahmat Allah SWT.
نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ
"Istri-Istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.” (QS Al Baqarah: 233).
6. Memakai parfum saat berhubungan intim
Memakai parfum menjadi bagian dari adab dan tata cara berhubungan suami istri sesuai sunnah. Hukum Islam juga melarang para wanita memakai parfum yang terlalu kuat karena sama saja seperti mengekspos dirinya ke publik.
Seorang wanita dapat memakai parfum dengan satu syarat, yaitu untuk menyenangkan sang suami. Parfum yang dapat memicu keinginannya atau nafsu seorang suami adalah yang terbaik.
7. Menyikat Gigi
Menyikat gigi menjadi bagian tata cara berhubungan suami istri sesuai sunnah.
8. Membaca Doa Saat Ejakulasi
Selain membaca doa, suami juga disarankan untuk mengangkat pinggul sang istri agar air mani suami dapat masuk dengan sempurna ke dalam vagina istri.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِى خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسِبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا. أللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ خَلَقْتَ خَلْقًا فِيْ بَطْنِ هَذِهِ الْمَرْأَةِ فَكَوِّنْهُ ذَكَرًا وَسَمَّهُ اَحْمَدَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَاَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ
Artinya: "Segala puji milik Allah, yang telah menciptakan manusia dari air mani. Lalu jadikan manusia itu punya keturunan dan mushaharah dan Dia adalah Tuhanmu Maha Kuasa. Ya Allah, Ya Tuhan kami, jika Engkau takdirkan di dalam perut istriku ini tercipta seorang makhluk, maka jadikanlah ia seorang laki-laki yang akan kuberikan nama Ahmad. Dengan hak yang ada pada Nabi Muhammad, Ya Allah Ya Tuhan kami, jangan biarkan aku sendirian (tanpa memiliki keturunan). Engkaulah (Tuhan) sebaik-baik zat yang mewariskan (yang mengkaruniai tinggalan keturunan)."
9. Berdoa dengan Meletakkan Tangan di Kening Istri
Cara berhubungan suami istri sesuai sunnah selanjutnya yakni suami hendaknya memegang kening istri dengan tangannya seraya membaca doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk kebaikan dirinya dan kebaikan tabiat (sikap atau perilaku) yang dia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya (keburukannya) dan kejelekan tabiat (sikap atau perilaku) yang ia bawa. (HR. Bukhari)"
10. Shalat Sunnah Dua Rakaat
Cara berhubungan suami istri sesuai sunnah yang dianjurkan untuk pasangan yang hendak melakukan malam pertama, sebaiknya kedua pasangan melakukan sholat sunnah 2 rakaat sebelum bercinta.
Dalam hadist Abu Sa'id diriwayatkan sholat sunnah dengan tujuan untuk mengurangi suasana canggung dan agar hati jadi lebih tenang. :
“Jika kamu masuk menemui istrimu maka shalatlah dua raka’at, kemudian mohonlah kepada Allah kebaikan yang dimasukkan kepadamu, berlindunglah kepada Allah dari keburukannya, kemudian setelah itu terserah urusanmu dan istrimu.” (HR. Ibnu Abu Syuaibah dalam Al Mushannaf).
(udn)
Load more