News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sering Digunkan Anak Kekinian, Simak Apa Itu Red Flag, Yellow Flag, dan Green Flag

Kata red flag, yellow flag, dan green flag sering digunakan di media. Banyak yang menggambarkannya sebagai istilah atau tanda masalah dalam sebuah hubungan
Jumat, 28 Oktober 2022 - 12:10 WIB
Ilustrasi pasangan
Sumber :
  • iStock

Jakarta – Belakangan ini kata red flag, yellow flag, dan green flag sering kali digunakan di media sosial. Banyak yang menggambarkannya sebagai istilah atau tanda intensitas masalah dalam sebuah hubungan. Tapi apa makna sebenarnya?
 
Seperti pembalap yang sedang mengemudi di trek, harus tetap waspada terhadap bendera sinyal, sehingga mereka tidak melukai diri sendiri dan orang lain. Sama seperti lampu merah dalam lalu lintas, bendera merah menandakan balapan segera dihentikan karena kondisi yang berbahaya, atau kecelakaan yang serius.
 
Oleh sebab itu, muncul istilah red flag atau bendera merah yang merujuk kepada seberapa besar masalah dalam sebuah hubungan. Flag dalam analogi ini diartikan sebagai tanda bahaya dan kewaspadaan. Sejauh mana perilaku tersebut dapat di toleransi atau tidak.

ilustrasi red flag, yellow flag, green flag
 
Sehingga, banyak orang menganggap penting untuk mengetahui tanda bahaya dalam sebuah hubungan semenjak istilah ini sering muncul di media sosial agar mengetahui sejauh mana konflik dan bagaimana penyelesaiannya.
 
Dilansir dari Times of India, berikut perbedaan antara red flag, yellow flag, dan green flag:
 
Red Flag
 
Red flag atau bendera merah diistilahkan sebagai masalah yang serius dan signifikan dalam sebuah hubungan yang membutuhkan penyelesaian yang segera. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Red flag juga bisa jadi tanda ketidakcocokan antar pasangan dan pada umumnya lebih baik segera diakhiri sebelum masalah lebih jauh lagi.
 
Beberapa perilaku yang dianggap red flag dalam media sosial diantaranya ialah selingkuh, kekerasan verbal maupun kekerasan fisik, manipulative, sampai pemerasan.
 
Yellow Flag
 
Yellow flag atau bendera kuning adalah masalah yang cukup serius, cukup mengganggu tapi tidak terlalu menyinggungmu. Pada umumnya masalah ini cukup diselesaikan dengan komunikasi satu sama lain.
 
Ketidakpekaan, meragukan pasangan, rencana hidup yang berbeda, tidak terus terang tentang latar belakang dan keluargadikategorikan sebagai masalah yellow flag. Namun, yellow flag dapan menimbulkan konflik yang lebih besar apablia ditak diselesaikan dngan benar.
 
Green Flag
 
Green flag ataupun bendera hijau digambarkan sebagai hal positif atau sering disebut dengan hubungan yang sehat. Berbeda dengan bendera merah dan kuning yang melambangkan konflik, bendera hijau menunjukkan hal-hal yang disukai dalam hubungan.

Komunikasi yang jujur dan terbuka, kesetiaan, saling menghormati dianggap sebagai perilaku green flag. (mg9/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT