News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pesulap Merah Ngaku Kenal dengan Sosok yang Menuding Perseteruannya dengan Gus Samsudin Cuma Settingan: Bang Away Teman Lama Saya, Dikira Orangnya Benar

Pesulap merah belum lama ini dituding membuat settingan soal perseteruan dirinya dengan Gus Samsudin. Sosok yang menuduh itu diketahui bernama Mbah Gareng dan Bang Away. Ternyata, pemilik nama asli Marcel Radhival mengaku bahwa dirinya kenal dengan salah satu sosok yang menuding.
Minggu, 18 September 2022 - 15:20 WIB
Pesulap merah, mbah Gareng dan bang Away
Sumber :
  • kolase tim tvonenews.com

Jakarta - Pesulap merah belum lama ini dituding membuat settingan soal perseteruan dirinya dengan Gus Samsudin. Sosok yang menuduh itu diketahui bernama Mbah Gareng dan Bang Away. Ternyata, pemilik nama asli Marcel Radhival mengaku bahwa dirinya kenal dengan salah satu sosok yang menuding.

Pesulap Merah Ngaku Kenal dengan Sosok yang Menuding Perseteruannya dengan Gus Samsudin Cuma Settingan: Bang Away Teman Lama Saya, Dikira Orangnya Benar

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesulap merah alias Marcel Radhival yang dituding terlibat dalam perseteruan ´settingan´ dengan Gus Samsudin pun buka. Dalam video yang diunggah kanal Youtube Cumi Cumi pada Sabtu (10/9/2022), pesulap merah mengatakan bahwa dirinya kenal dengan sosok yang membuat isu settingan tersebut.

¨Kalau mbah Gareng ini saya gak kenal, kalau bang Away tuh teman lama saya, saya pikir orangnya benar gitu. Emang teman lama dan teman sharing juga, jadi teman sharing saya banyak, bukan dia doang,¨ ujar pesulap merah.

Pesulap merah (sumber: dok ist)

¨Sejak kapan jadi settingan, gini ya kalo orang waras kalau itu settingan ngapain saya sampai diintimidasi di sana tuh trus ngapain saya sampai dilaporin. Trus sampai sekarang, laporannya masih diproses, dan saya masih terus komunikasi sama polisi ini laporannya kaya gimana,¨ ungkap pesulap merah.

¨Karena saya pastikan saya akan laporkan balik dan saya penjarakan mas Udin, sumpah demi Allah saya penjarakan karena masih diproses sekarang kan kemarin saya sudah dipanggil panggilan pertama nih , ini saya masih nunggu kabar dari polisi, masuk delik atau engga,¨ sambungnya.

Pesulap merah alias Marcel Radhival bahkan menantang jika ada yang bisa membuktikan bahwa perseteruan dirinya dengan Gus Samsudin hanya settingan.

¨Jadi kalau ada yang bilang settingan, buktikan dong!¨ kata pesulap merah.

Marcel juga menepis soal dirinya berbicara dengan Gus Samsudin sebelum datang ke padepokan Nur Dzat Sejati milik mas Udin yang berada di Blitar. Dia mengatakan bahwa selama menghubungi pihak Samsudin, dia tak direspon sama sekali.

2 Sosok Ini Sebut Perseteruan Gus Samsudin dan Pesulap Merah Settingan Belaka

Konflik antara Pesulap Merah dan Gus Samsudin diketahui belum usai. Meski sebelumnya Gus Samsudin telah meminta maaf secara terbuka atas keributan yang ditimbulkannya, namun Pesulap Merah sempat menyatakan bahwa ia ogah damai dengan kelompok dukun.

Belum lama ini muncul dua sosok yang mengaku sebagai guru dari Pesulap Merah mengaku memiliki bukti bahwa perseteruan Marcel Radhival dengan Gus Samsudin hanya settingan belaka. 

Kedua sosok tersebut adalah Bang Away dan Mbah Gareng. Mereka menyebut bahwa perseteruan yang selama ini terjadi sudah direncanakan.

“Ada unsur kemungkinan besar ini memang sudah direncanakan,” ucap Mbah Gareng dikutip dari kanal Youtube Intens Investigasi. 

“Itu ada satu orang yang menjanjikan dan mengatakan kepada kita bahwa dia punya bukti rekaman berdurasi dua jam, isinya obrolan yang mengonsep ini semua,” tambah Bang Away. 

Pesulap merah, Bang Away dan Mbah Gareng (sumber: kolase tim tvonenews)

Meski begitu, keduanya tidak menjelaskan siapa orang yang disebut memiliki bukti rekaman yang berdurasi dua jam tersebut. 

Bang Away dan Mbah Gareng juga menuntut agar Pesulap Merah meminta maaf seperti apa yang telah dilakukan oleh Gus Samsudin. Hal itu karena ia juga dianggap telah merugikan masyarakat.

“Hal ini betul-betul harus diselesaikan. Karena dari pihak Gus Samsudin juga sudah meminta maaf pada publik. Tapi sampai hari ini, pihak Marcel tidak ada mengatakan permintaan maaf,” tambah Mbah Gareng. 

Namun, netizen nampaknya memilih tidak percaya bahwa semua itu hanyalah settingan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nggak mungkin lah settingan, masa mas Udin mau mengambil resiko padepokannya ditutup, secara pasien mas udin udah banyak. Logika,” tulis netizen. 

“Untuk semua rakyat Indonesia diharap berfikir secara logika ya jangan terhasut sama oknum yang ngaku jadi guru pesulap merah,” tambah netizen lain. (rka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT