Dedi Mulyadi Tiba-tiba Berhenti Berkuda saat Lihat Ibu Korban Tabrak Lari, Langsung Beri Bantuan Rp10 Juta
- Kolase tvOnenews.com / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Aksi tak terduga Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik saat menghadiri rangkaian kegiatan budaya di Sumedang.
Di tengah iring-iringan berkuda bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ia tiba-tiba menghentikan langkah kudanya setelah melihat seorang ibu korban tabrak lari duduk di depan sebuah rumah. Momen itu sontak menarik perhatian warga yang berada di lokasi.
Peristiwa tersebut terjadi dalam rangkaian kegiatan Kirab Mahkota Binokasih di Sumedang, yang juga menjadi bagian dari agenda Milangkala Tatar Sunda sekaligus Hari Jadi Sumedang ke-448.
Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kemeriahan budaya, tetapi juga menjadi ruang interaksi langsung antara pejabat dan masyarakat.
Saat kejadian berlangsung, Dedi Mulyadi tengah berkuda bersama putri kecilnya, Nyi Hyang, yang terlihat menaiki kereta kuda bak tuan putri.
Momen tersebut terekam dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, KANG DEDI MULYADI CHANNEL (3/5/2026), ketika rombongan melintas sambil menyapa warga Sumedang yang antusias menyambut.
Namun suasana berubah ketika Dedi Mulyadi melihat kondisi seorang ibu yang diduga menjadi korban tabrak lari. Ia pun langsung menghentikan perjalanan dan mendekati lokasi kejadian.
![]()
Dedi Mulyadi dan Korban Tabrak Lari di Sumedang. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
“Ibu, kenapa?” tanya Dedi Mulyadi.
“Ketabrak motor,” jawab sang ibu.
Melihat kondisi tersebut, staf Dedi Mulyadi sempat berupaya membantu ibu itu untuk berdiri agar bisa mendekat. Namun Dedi Mulyadi memilih agar ibu tersebut tetap berada di tempatnya demi kenyamanan.
“Kenapa ibu teh, kunaon?” tanya Dedi Mulyadi kembali.
“Ketabrak motor,” ulang ibu tersebut.
Dedi Mulyadi kemudian menanyakan apakah ada informasi terkait kendaraan yang menabrak ibu tersebut.
Salah seorang warga yang berada di dekat lokasi menyebutkan bahwa pelaku sempat kabur.
“Awalnya kabur, Pak,” ujar warga tersebut.
Tanpa banyak pertimbangan, Dedi Mulyadi langsung mengambil keputusan untuk memberikan bantuan.
“Ya sudah, kasih Rp10 juta saja,” ucapnya.
Mendengar hal tersebut, sang ibu tampak terharu dan tidak menyangka akan mendapat perhatian serta bantuan langsung dari Dedi Mulyadi. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan ucapan terima kasih.
“Masyaallah, makasih Pak. Nuhun pisan, Pak,” ucap ibu tersebut dengan haru.
Staf Dedi Mulyadi kemudian segera menyerahkan uang tunai sebesar Rp10 juta sesuai arahan.
Setelah memastikan kondisi ibu tersebut, Dedi Mulyadi kembali melanjutkan perjalanan menuju agenda seremoni Kirab Mahkota Binokasih.
Di sisi lain, kegiatan Kirab Mahkota Binokasih sendiri merupakan bagian penting dari pelestarian budaya Sunda.
Mahkota Binokasih yang diarak dalam acara tersebut memiliki nilai filosofis tinggi, mencerminkan ajaran silih asah, silih asih, dan silih asuh.
Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup di tengah masyarakat sebagai fondasi kehidupan yang penuh kasih sayang, gotong royong, dan kebijaksanaan.
Peristiwa ini pun semakin menegaskan bahwa momen budaya tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.
(anf)
Load more