News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Bantu Warga Jabar Penderita Diabetes Akut yang Ditinggal Istri

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memberikan bantuan langsung kepada Suryana, warga asal Tasikmalaya yang sakit diabetes akut. Simak selengkapnya di sini!
Selasa, 14 April 2026 - 13:39 WIB
kolase Dedi Mulyadi dengan Suryana
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL

tvOnenews.com - Kisah memilukan dialami Suryana, warga Tasikmalaya yang tengah berjuang melawan diabetes akut. Kondisinya yang memprihatinkan menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Perhatian publik terhadap Suryana bermula dari sebuah video yang viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang kreator TikTok mengunggah permintaan bantuan yang ditujukan kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM), hingga kisah tersebut sampai langsung ke telinga sang gubernur.

Saat berhasil dihubungi, Suryana pun menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku.

Di tengah kondisi kesehatannya yang semakin menurun, ia harus menghadapi kenyataan pahit ditinggal oleh sang istri, membuat beban hidupnya kian berat.

Suryana saat dihubungi Dedi Mulyadi
Suryana saat dihubungi Dedi Mulyadi
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL

Suryana mengungkapkan bahwa dirinya pernah menikah sebanyak dua kali. Dari pernikahan pertamanya, ia dikaruniai dua orang anak.

Namun, rumah tangga tersebut tidak bertahan lama dan berakhir dengan perpisahan. Anak pertamanya ikut bersama sang ibu, sementara Suryana merawat anak keduanya.

Harapan untuk kembali membangun kehidupan sempat tumbuh saat ia menikah lagi dengan seorang janda yang telah memiliki tiga anak.

Sayangnya, kebahagiaan itu pun tidak berlangsung lama. Di tengah perjuangannya melawan penyakit diabetes akut, Suryana kembali harus menerima kenyataan pahit ketika sang istri memilih pergi meninggalkannya.

"Oh jadi bapak pisah sama istri? Kenapa harus pisah, ngikutin saya aja" kata Dedi Mulyadi dengan nada penuh canda.

Sambil tersenyum, Suryana menyebut bahwa itu mungkin memang sudah suratan takdir bagi dirinya.

"Kata istri pas itu udah gak sanggup, udah gak bisa biayain gitu," ucapnya.

Suryana saat dihubungi Dedi Mulyadi
Suryana saat dihubungi Dedi Mulyadi
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL

Kondisi Suryana saat ini memang hanya bisa terbaring lemah di atas kasur. Diabetes yang dideritanya membuat pria berusia 40 tahunan itu tidak bisa jalan dan satu matanya tidak bisa melihat dengan normal.

KDM lantas bertanya mengapa Suryana tidak rutin memeriksakan kondisinya ke dokter.

Menurut keterangannya, Suryana sudah kurang lebih satu tahun tidak melanjutkan pengobatan lantaran terkendala biaya. Ia tidak bisa membayar uang bulanan BPJS.

Menurut keterangan Suryana, ia juga pernah dibantu membayar uang bulanan BPJS oleh RW setempat dan Punduh (tokoh masyarakat).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertama bikin dibayarin RW (BPJS),"ucapnya.

Karena kondisi ekonomi yang sulit, anak Suryana yang masih duduk di kelas 3 SD juga terpaksa berhenti sekolah.

"(Anak) udah gak sekolah, udah gak kebiayain (jajan sehari-harinya)," kata Suryana.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung meminta agar anak Suryana kembali bersekolah secepatnya.

"Kan (sekolah) SD enggak bayar, pak," kata KDM.

"Jangan jajan (anaknya), kan sekolah lebih penting dari jajan," imbuhnya.

Tak tinggal diam, Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan sebesar Rp5 juta untuk kebutuhan pengobatan serta perlengkapan sekolah anak Suryana.

"Nanti saya bantu lah kalau untuk sepatu segala macam. Tapi catatan, tidak boleh jajan dan tetap sekolah. Kan keadaan lagi susah. Orang lagi susah harus prihatin, bagaimana melewati kesusahan," kata KDM.

Ia juga meminta perangkat desa dan dinas kependudukan setempat segera mengurus pembaruan KTP dan kartu keluarga Suryana agar BPJS bisa kembali aktif untuk pengobatan.

Dari bantuan tersebut, sebagian dana diarahkan untuk kebutuhan sekolah anaknya.

"Nah, dari (bantuan) Rp5 juta ini sama haji belanjakan dulu Rp500.000 untuk keperluan anaknya sekolah. Sepatu, baju, tas. Cukup kan Rp500.000 sepatu baju, tas kan?" kata KDM.

"Ya udah kurang Rp1 juta belanjain untuk sepatu, baju, tas, buku, pulpen, segala macam. Tapi tidak boleh jajan, sekolahnya tetap sekolah," lanjutnya.

"Nanti yang Rp4 jutanya untuk bekel selama di rumah sakit. Takut ada keperluan di luar pengobatanya," ucapnya menambahkan.

Sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk selalu memperhatikan kondisi warganya, terutama dalam hal kesehatan.

"Jangan sampai ada orang sakit tidak diobati. Pemerintah membiarkan, saya enggak mau dosa. Saya enggak mau dosa," tandasnya.

(nka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.
DIY Bersiap! El Nino Godzilla Picu Kemarau Ekstrem Mulai Pertengahan April Hingga Agustus 2026

DIY Bersiap! El Nino Godzilla Picu Kemarau Ekstrem Mulai Pertengahan April Hingga Agustus 2026

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya dari ancaman kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino Godzilla, April hingga Agustus.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT