News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Krisantus Kurniawan, Wagub Kalbar yang Tantang Dedi Mulyadi 'Cium Lutut'

Profil Krisantus Kurniawan disorot usai menantang Dedi Mulyadi dengan pernyataan “cium lutut”. Simak latar belakang, kontroversi, dan harta kekayaannya.
Senin, 13 April 2026 - 10:55 WIB
Dedi Mulyadi, Krisantus Kurniawan
Sumber :
  • TikTok

tvOnenews.com - Nama Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, dan Dedi Mulyadi tengah menjadi perbincangan hangat publik.

Hal ini dipicu oleh pernyataannya yang viral saat menanggapi perbandingan pembangunan antara daerahnya dengan Jawa Barat yang dipimpin Dedi Mulyadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ucapan yang paling menyita perhatian adalah tantangan terbukanya kepada Dedi.

“Kalau dia bisa, kucium lututnya,” ucap Krisantus, yang kemudian ramai dibahas di media sosial.

Krisantus dikenal sebagai politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. 

Sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat, ia telah memiliki pengalaman panjang di dunia politik dan pemerintahan daerah.

Sebagai orang nomor dua di Kalimantan Barat, posisinya cukup strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, terutama di wilayah dengan cakupan geografis yang sangat luas dan tantangan infrastruktur yang kompleks.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 30 Maret 2025, total kekayaan Krisantus tercatat sebesar Rp3.863.000.000 tanpa utang.

Rinciannya meliputi:

- Tanah dan bangunan senilai Rp1,2 miliar di Pontianak
- Kendaraan dengan total Rp963 juta, termasuk Jeep Cherokee Trailhawk 2015
- Kas dan setara kas sebesar Rp1,7 miliar

Tidak adanya utang dalam laporan tersebut membuat seluruh nilai kekayaannya tergolong sebagai aset bersih.

Transparansi melalui LHKPN sendiri merupakan bagian dari upaya pengawasan publik terhadap pejabat negara yang dikelola oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Awal Mula Polemik

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan
Sumber :
  • Instagram/@krisantus_kurniawan

Pernyataan Krisantus muncul sebagai respons atas perbandingan pembangunan jalan antara Kalimantan Barat dan Jawa Barat.

"Saya tegaskan, Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat itu luasnya cuma 43.000 km2, APBD-nya Rp31 triliun. Provinsi Kalimantan Barat 1,11 kali pulau Jawa, 171.000 km2 itu luas Kalimantan Barat, APBD-nya Rp6 triliun lebih," ucapnya.

Ia bahkan menantang langsung Dedi untuk mencoba memimpin Kalimantan Barat dengan kondisi anggaran yang jauh lebih terbatas.

"Ada yang mau pinjam Dedi Mulyadi 3 bulan. Suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalimantan Barat, ayo bertukar kita, saya mau liat, tapi pakai duit Rp6 triliun bangun Kalimantan Barat, ayo!" ucapnya geram.

Respons Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi memberikan respons yang lebih menyejukkan.

Ia mengaku tidak pernah berniat membandingkan daerah satu dengan lainnya.

"Buat bapak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, saya mengucapkan terima kasih atas tantangannya, mohon maaf saya selama ini melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain," kata Dedi Mulyadi melalui unggahan Instagram miliknya.

Ia juga menyoroti perbedaan kapasitas fiskal sebagai faktor utama.

"Dan persoalan fiskal kami juga memahami bahwa betapa beratnya daerah-daerah yang luasnya seluas Kalimantan Barat dengan keterbatasan fiskal," katanya.

Di akhir pernyataannya, Dedi menyampaikan permintaan maaf dan mengajak semua kepala daerah untuk fokus melayani masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya juga mohon maaf apabila apa yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain," pungkasnya.

(tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT