News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Tegas Minta Stop Calo Tenaga Kerja, Industri Subang Wajib Utamakan Warga Lokal

​​​​​​​Dedi Mulyadi tegas minta stop calo tenaga kerja dan dorong industri di Subang utamakan warga lokal agar manfaat pembangunan dirasakan masyarakat.
Senin, 13 April 2026 - 00:39 WIB
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

tvOnenews.com - Pernyataan tegas Dedi Mulyadi kembali menyita perhatian publik. Di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Subang, ia secara terbuka menyoroti praktik calo tenaga kerja yang dinilai merugikan warga lokal. Tak main-main, Gubernur Jawa Barat meminta praktik tersebut dihentikan agar masyarakat setempat benar-benar merasakan manfaat pembangunan.

Momen itu terlihat dalam tayangan YouTube Lembur Pakuan Channel pada 9 April 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang. Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya keseimbangan antara sektor industri dan pertanian sebagai fondasi pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menilai Subang saat ini berada dalam posisi strategis sebagai daerah yang berkembang di dua sektor sekaligus.

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Sumber: YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL)

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Subang kini berkembang dalam dua karakter sekaligus, yakni sebagai daerah pertanian dan kawasan industri. Menurutnya, kedua sektor tersebut harus berjalan seimbang agar saling mendukung. 

Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa pariwisata bukanlah tujuan utama pembangunan, melainkan efek dari tata kelola daerah yang baik. Jika sawah, sungai, kota, dan kampung dirawat dengan baik, serta infrastruktur seperti jalan dan utilitas ditata rapi, maka daya tarik wisata akan terbentuk dengan sendirinya. 

Bahkan Dedi Mulyadi dengan lantang menyatakan tanpa promosi besar atau anggaran khusus, publikasi dari media sosial, vlogger, dan masyarakat dinilai sudah cukup untuk menarik perhatian orang datang ke suatu daerah.

Menurut Dedi Mulyadi, pariwisata bukanlah tujuan utama, melainkan efek dari tata kelola daerah yang baik. Namun, ia juga mengkritik kinerja dinas yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi pendampingan masyarakat.

“Terus kemudian apa tugas pemerintah? Apa tugas pemerintah itu adalah mendampingi rakyat. Pariwisata itu mendampingi bagaimana mengelola sebuah kewisataan terbebas dari parkir yang bayar, parkir liar, spanduk berantakan di mana-mana. Itu yang dilakukan. Dan rata-rata dinas teknis di mana pun enggak jalan,” tegas Dedi Mulyadi.

Ia menilai lemahnya kinerja tersebut tidak lepas dari pola pikir yang terlalu berorientasi pada proyek.

“Kenapa? Semuanya orientasinya adalah proyek. Ada proyeknya baru ada kegiatannya. Tidak ada proyeknya tidak ada kegiatannya. Jadi dia digaji dengan tukinnya. Apa fungsinya?” kata Dedi Mulyadi.

Pengalaman pribadinya saat mengelola kawasan Lembur Pakuan juga menjadi contoh nyata minimnya respons dari dinas terkait.

“Saya cerita, saya ngurus Lembur Pakuan itu berapa kali minta pariwisata Kabupaten Subang untuk ngurus kayak enggak respon. Padahal gubernur yang minta apalagi rakyat,” ungkap Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu, Dedi juga mengaku harus turun langsung hingga menggerakkan aparat di lapangan untuk memastikan penataan berjalan.

“Saya kemarin jujur aja Kasatpol PP saya telepon. Saya bilang gubernur tiap hari bongkarin bangunan liar di mana-mana. Spanduk saya cabutin biar rapi, bersih, biar orang masuk tata kok enggak ada yang gerak? Saya malah menggerakkan salah satu anggota Bhabinkamtibmas Kecamatan Kalijati untuk tiap hari saya kasih mobil, saya kasih BBM biar cepat,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan prosedural yang kaku justru menjadi penghambat penyelesaian masalah.

“Kenapa? Hari ini kalau prosedural enggak akan selesai. Pagi apel dulu, setelah apel diperintah, difoto, di video. Beres foto video, balik lagi, nyatu lagi. Enggak bisa,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi juga menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin yang aktif turun ke lapangan.

“Untuk itu saya mengambil jadi gubernur, gubernur pinggiran dibanding gubernur kota. Saya ingin setiap hari menyelesaikan masalah saya. Setiap hari ada problem yang harus saya selesaikan. Kenapa? Kita ingin mencapai kemajuan,” tuturnya.

Sorotan utama kemudian mengarah pada isu tenaga kerja lokal di tengah masuknya investasi besar ke Subang.

“Kita. Subang sudah mencapai apa? Gerbang tol tiga, BYD, VinFast. Tugas kita apa? Segera mengkonektivitaskan apa? Yang kerjanya harus orang situ, yang kerjanya harus tenaga di sini. Jangan lagi bus dari luar masuk ke sini, masuk di sini,” tegas Dedi Mulyadi.

Ia bahkan mengungkap temuan di lapangan yang menunjukkan rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal.

“Saya cek ketika masuk ke pabrik, berapa orang Subangnya? Dari 10 hanya 2,” katanya.

Untuk itu, ia meminta dinas terkait segera bertindak tegas, termasuk menghentikan praktik percaloan tenaga kerja.

“Turun dinas tenaga kerjanya segera identifikasi. Hentikan itu yang calo-calo tenaga kerja yang atas nama desa, atas nama ormas. Hentikan pakai sistem yang terbaik dia bekerja. Anak Subang yang terbaik itulah yang bekerja. Itu caranya untuk mencapai maju,” pungkas Dedi Mulyadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan ini menegaskan bahwa di tengah pesatnya industrialisasi di Jawa Barat, khususnya Subang, keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal menjadi kunci agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT