News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Disorot KDM, RSHS Bandung Singgung Layanan Kesehatan Buntut Bayi Nyaris Tertukar karena Kecerobohan Perawat Viral

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung mengklarifikasi polemik bayi nyaris tertukar yang viral usai didesak oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Jumat, 10 April 2026 - 15:51 WIB
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung
Sumber :
  • Ilham Ariyansyah/tvOne

Bandung, tvOnenews.com - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung mendapat desakan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Pihaknya diminta untuk klarifikasi.

Pasalnya, polemik bayi nyaris tertukar terjadi di RSHS Bandung viral di media sosial. Hal itu akibat kecerobohan perawat sehingga menuai sorotan tajam dari KDM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Kamis (9/4/2026), RSHS Bandung mengklarifikasi bayi nyaris tertukar. Pihak manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf kepada Nina Saleha (27), ibu dari bayi tersebut.

"Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media sosial TikTok pada tanggal 8 April 2026 terkait dengan pelayanan kesehatan pada bayi dari Ibu Nina Saleha, maka segenap manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya," tulis manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin dikutip, Jumat (10/4/2026).

RSHS Bandung Bicara Layanan Kesehatan Imbas Polemik Bayi Nyaris Tertukar

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Kecerobohan Perawat RSHS Bandung, Singgung Nama Dedi Mulyadi
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Kecerobohan Perawat RSHS Bandung, Singgung Nama Dedi Mulyadi
Sumber :
  • tim tvOnenews.com

RSHS Bandung memahami polemik bayi nyaris tertukar menjadi bulan-bulanan publik. Mereka geram atas tindakan ceroboh dilakukan perawat rumah sakit tersebut.

Tidak hanya itu, polemik ini juga membuat Nina Saleha selaku orang tua bayi tersebut tidak nyaman. Pasalnya, Nina berteriak ke ruang publik saat terjadi peristiwa bayinya nyaris tertukar.

Teriakan inilah membuat video Nina menceritakan momen bayinya hampir tertukar merebak ke ruang publik.

RSUP menganggap hal itu seharusnya tidak terjadi. Terlebih, Nina Saleha sedang dalam kondisi masyarakat yang harus menerima layanan kesehatan dengan aman dan nyaman.

"Maaf atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin," kata manajemen RSUP.

RSHS Bandung Evaluasi Layanan Kesehatan

Lebih lanjut, pihak manajemen rumah sakit menjelaskan prinsip utama RSHS Bandung. RSUP Dr. Hasan Sadikin selalu mengevaluasi, terutama yang menyangkut layanan kesehatan.

Tak hanya itu, RSHS juga akan terus membenahi pada aspek kemampuan. Peningkatan kemampuan seluruh jajaran menjadi hal serius yang harus dilakukan rumah sakit.

"Dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku," lanjutnya.

Sudah Berkomunikasi dengan Pihak Orang Tua

Menyikapi polemik ini, tim RSUP langsung berupaya untuk berkomunikasi dengan pihak orang tua. Kebetulan Nina Saleha selaku ibu kandung dari bayi yang nyaris tertukar bersedia dikunjungi oleh pihak rumah sakit.

Kunjungan itu berakhir positif. Keluhan dari Nina Saleha telah diselesaikan dengan baik dan dilakukan secara kekeluargaan.

"RSHS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSHS," terangnya.

RSHS Bandung Nonaktifkan Perawat

Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat
Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat
Sumber :
  • tim tvOnenews.com

Asisten Manajer Keperawatan RSHS Kota Bandung, Arif mendapat panggilan video call dari KDM, Kamis (9/4/2026). Di momen itu, Dedi Mulyadi bertanya siapa nama dan status perawat yang lalai.

Arif menjelaskan bahwa, perawat yang lalai dalam polemik ini berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Di RSHS Bandung, perawat tersebut telah bekerja lebih dari 20 tahun.

KDM kembali memberikan pertanyaan. Ia ingin mengetahui jenis sanksi yang pantas diterima oleh perawat senior tersebut.

"Sanksi yang diberikan apa sekarang?," tanya KDM.

Arif menyampaikan kabar terbaru kepada KDM. Pihak RSHS Bandung menonaktifkan perawat senior dalam kasus bayi tertukar tersebut.

"Kami sudah klarifikasi, sudah juga berkumpul dengan Pak Dirmed (Direktur Medik), sudah dilaporkan juga ke Pak Dirut (Direktur Utama). Sementara memang sebagai bentuk pembinaan, kami menonaktifkan dulu dari pelayanan untuk kami analisis lebih dalam," beber Arif.

Gubernur Jabar kembali memastikan lebih lanjut dalam menyikapi kasus ini. Ia ingin mengetahui evaluasi penyebab dan akibat dari kelalaian perawat senior.

"Kemudian dilakukan evaluasi, apa saja menjadi latar belakang kecerobohan itu?," tanya KDM lagi.

Kata Arif, pihak rumah sakit akan melakukan analisa lebih dalam untuk membuka dugaan bukti kelalaian dan kesengajaan menukar bayi kepada orang lain.

"Kalau kelalaian, nanti akan ada pembinaan dan surat peringatan," ucap Arif.

Kronologi Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung

Sebelumnya, Nina Saleha (27), ibu muda asal Cimahi berteriak. Ia mengaku hampir kehilangan bayi yang baru dilahirkan olehnya akibat dugaan kelalaian petugas RSHS Kota Bandung.

Kejadian ini bermula saat bayi milik Nina dirawat di ruang NICU RSHS. Hal itu terjadi kurang lebih lima hari akibat kedapatan penyakit kuning.

Nina dan suami pun ingin pulang. Ia mengurus proses penyelesaian pemberkasan administrasi.

Saat kembali ke ruang perawatan, Nina merasa janggal. Ia terkejut bayinya sudah digendong oleh orang lain.

"Saya hafal betul selimut dan pakaiannya," ungkap Nina.

Ia menghampiri perempuan tersebut. Ia meyakini wajah dan perlengkapan pakaian untuk bayi yang digendong serupa dengan bayinya.

"Tapi saat saya lihat, gelang namanya sudah tidak ada," lanjutnya.

Nina mengaku sempat berteriak. Hal ini membuat perawat yang bertugas menangani bayi tersebut minta maaf dan menyampaikan alasan memberikan bayi Nina kepada orang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Susternya bilang sudah memanggil nama saya berkali-kali, tapi karena tidak ada, bayinya diberikan begitu saja," kata Nina.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemprov DKI Ungkap Syarat Pengurangan BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama

Pemprov DKI Ungkap Syarat Pengurangan BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan fasilitas pengurangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 50 persen bagi masyarakat yang membeli rumah pertama di Jakarta.
Relawan Sentil Jusuf Kalla Terkait Meminta Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi: Mirip Roy Suryo

Relawan Sentil Jusuf Kalla Terkait Meminta Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi: Mirip Roy Suryo

Terkait mencuatnya pernyataan Jusuf Kalla (JK) telah meminta Jokowi mau memperlihatkan ijazahnya, agar polemik ini tidak berlarut-larut. Ternyata menuai komen
Badai Absen Hantam Persija Jelang Lawan Persebaya, Tavares Siap Curi 3 Poin dari Jakarta

Badai Absen Hantam Persija Jelang Lawan Persebaya, Tavares Siap Curi 3 Poin dari Jakarta

Psywar atau perang urat saraf mulai dilepaskan jelang duel klasik antara Persija Jakarta menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Super League 2025/2026 ...
Menkeu Semprot Produsen Rokok Ilegal, Purbaya: Akan Kita Tutup Betulan

Menkeu Semprot Produsen Rokok Ilegal, Purbaya: Akan Kita Tutup Betulan

Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk menertibkan peredaran rokok ilegal atau tanpa cukai melalui skema legalisasi terbatas. Kebijakan ini
Seskab Teddy Sentil Pengamat Terkait Fenomena Inflasi

Seskab Teddy Sentil Pengamat Terkait Fenomena Inflasi

Seskab Teddy Indra Wijaya bocorkan saat ini tengah muncul fenomena meningkatnya atau inflasi pengamat di publik. Teddy menilai data yang disampaikan sejumlah
Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno sambut Bonek Mania untuk dukung Persebaya Surabaya di laga kontra Persija Jakarta di SUGBK pada Super League 2025/2026.

Trending

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno sambut Bonek Mania untuk dukung Persebaya Surabaya di laga kontra Persija Jakarta di SUGBK pada Super League 2025/2026.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
KAI Bandara Catat Kinerja Positif, Penumpang Triwulan I 2026 Meningkat

KAI Bandara Catat Kinerja Positif, Penumpang Triwulan I 2026 Meningkat

KAI Bandara mencatat kinerja positif pada angkutan penumpang selama Triwulan I tahun 2026 di wilayah Sumatera Utara. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah
Melihat Kondisi Rakyat, Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras ke Pejabat

Melihat Kondisi Rakyat, Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras ke Pejabat

Melihat kondisi rakyat Indonesia, Presiden Prabowo langsung lontarkan peringatan keras ke seluruh pejabat dan birokrat di jajaran kabinetnya terkait esensi
Media Belanda Bongkar Fakta Terbaru Passportgate, 4 Pemain Timnas Indonesia Bebas Main di Liga Belanda?

Media Belanda Bongkar Fakta Terbaru Passportgate, 4 Pemain Timnas Indonesia Bebas Main di Liga Belanda?

Drama paspor di liga Belanda: apa yang sebenarnya terjadi? Dalam kasus ini, keempat pemain diaspora Timnas Indonesia harus menghentikan aktivitas sepak bola mereka
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT