News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Momen Gubernur Malut Sherly Tjoanda Gendong Anak Stunting Viral, Tawarkan Segera Dirawat: Dia Harus Normal!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menggendong seorang anak berusia tiga tahun mengalami stunting di Halmahera Timur viral di media sosial.
Kamis, 9 April 2026 - 11:51 WIB
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos gendong anak stunting berusia 3 tahun di Halmahera Timur
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube GubSherly

Halmahera Timur, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menggendong seorang anak berusia tiga tahun mengalami stunting. Momen itu pun viral di media sosial.

Momen ini bermula saat Sherly Tjoanda sedang meninjau langsung hasil program peningkatan kualitas rumah swadaya, terutama di Desa Pulopapo, Kabupaten Halmahera Timur pada Sabtu (4/4/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah kunjungan itu, Sherly Tjoanda dikabarkan bahwa ada seorang anak gadis stunting. Ia pun langsung menyambangi anak tersebut saat digendong oleh ibunya.

"Mana stunting? Udah 3 tahun, benar Pak Kadis?," tanya Sherly Tjoanda dilansir tvOnenews.com dari Instagram pribadinya, Kamis (9/4/2026).

Momen Sherly Tjoanda Gendong Anak Stunting

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos gendong anak stunting berusia 3 tahun di Halmahera Timur
Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos gendong anak stunting berusia 3 tahun di Halmahera Timur
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube GubSherly

Lebih lanjut, Sherly Tjoanda dikabarkan bahwa, anak stunting tersebut tidak bisa jalan sejak dari lahir. Hal ini membuat ia semakin penasaran.

Sherly Tjoanda pun bertanya kepada ibunya. Ia memastikan anak gadis berusia 3 tahun itu dikasih ASI sebagai kebutuhan untuk pertumbuhannya.

"Ibu nggak kasih ASI? Bisa lihat nggak?," tanya Sherly lagi.

Kata sang ibu, anak berusia 3 tahun bukanlah anak kandungnya, melainkan anak angkat.

Gubernur Malut itu langsung menggendong anak tersebut. Ia kembali bertanya apakah anak gadis itu bisa melihat.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan hingga perkembangan anak. Penyebabnya akibat kekurangan gizi kronis serta mengalami infeksi berulang.

Tanda-tanda anak mengalami stunting bisa dilihat dari ukuran panjang atau tinggi badannya. Kebanyakan tinggi badan mereka berada di bawah standar kurva pertumbuhan WHO.

Meski begitu, kata ibunya, anak gadis tersebut masih bisa melihat. Hanya saja tidak dapat berbicara layaknya anak-anak yang normal.

Tak hanya itu, sang ibu ditanya oleh Sherly Tjoanda terkait kebutuhan makannya. Ia memastikan bahwa sang anak masih bisa makan.

"Nggak bisa (bicara). Tapi, makan bisa," ungkap ibu dari anak stunting tersebut.

Sherly Tjoanda Ingin Anak Stunting Dirawat

Lebih lanjut, Sherly tanpa berpikir panjang menawarkan kepada ibunya. Ia berharap agar anak tersebut segera ditangani di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie di Ternate, Malut.

Ia mempunyai alasan agar anak berusia 3 tahun itu harus dirawat di rumah sakit. Ia berkaca dari kondisi anak lainnya yang menunjukkan tanda-tanda sembuh dari stunting.

"Kemarin ada yang stunting juga. Akhirnya dari yang nggak bisa bicara, nggak bisa lihat, kini sudah bisa lihat," tuturnya.

Ia tidak menyangka anak gadis tersebut harus mengalami stunting selama tiga tahun. Mau tak mau, kata dia, anak itu harus ditangani secepatnya.

Namun demikian, Sherly mengabarkan bahwa, proses penyembuhan gangguan ini membutuhkan waktu yang lama. Setidaknya harus diinfus selama 3-6 bulan.

Sherly memastikan sang ibu mengizinkan anak tersebut dirawat setidaknya di Wisma. Ia tidak menginginkan anak-anak di Malut, terutama di Halmahera Timur mengalami kekurangan gizi.

"Kapan mau dibawa? Tapi dia harus tinggal lama beberapa bulan. Dia harus diinfus lama di wisma," jelasnya.

Ia bertanya pekerjaan dilakukan oleh ibunya. Jika tidak bekerja, ia menawarkan agar orang tuanya bisa tinggal atau ditempatkan di Sentra Wasana Bahagia, Ternate, Malut.

"Nanti Ibu tinggal di wisma. Nanti makan apa semua kita tanggung. Nanti anaknya harus besar, ada gizi, bisa bicara baru Ibu balik," terangnya.

Sang ibu yang tidak masih ragu akhirnya menerima tawaran tersebut. Ia memastikan seluruh kebutuhan makan dan minum ditanggung pemerintah.

Sherly pun menugaskan jajarannya untuk mengawal proses penyembuhannya. Ia berharap agar anak tersebut kembali normal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nanti lapor ke saya," perintah Sherly.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT