Tindakan Nyata Dedi Mulyadi Berantas Premanisme di Jawa Barat, Tegaskan Pelaku Harus Dihukum Setimpal
- YouTube Kang Dedi Mulyadi
tvOnenews.com - Aksi cepat, respons tegas, dan tanpa kompromi. Dedi Mulyadi menunjukkan langkah nyata dalam memberantas premanisme di Jawa Barat setelah kasus tragis yang merenggut nyawa warga di Purwakarta. Ia tidak hanya mengecam, tetapi langsung mendorong penindakan hukum hingga pelaku berhasil ditangkap.
Insiden tragis terjadi di wilayah Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, pada Sabtu (4/4/2026). Seorang pria bernama Dadang (58) yang tengah menggelar acara pernikahan justru menjadi korban kekerasan hingga kehilangan nyawanya setelah diduga dikeroyok sekelompok pemuda.
Peristiwa bermula saat beberapa orang mendatangi lokasi hajatan dan meminta sejumlah uang kepada tuan rumah. Meski sempat memberikan Rp100 ribu, permintaan itu tidak berhenti.
![]()
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datangi keluarga korban aksi premanisme. (Sumber: Instagram/dedimulyadi71)
Para pelaku kembali meminta tambahan hingga Rp500 ribu dengan dalih untuk membeli minuman keras. Ketegangan pun terjadi ketika permintaan tersebut ditolak, hingga akhirnya berujung pada aksi penganiayaan.
Dadang sempat mendapatkan penanganan medis setelah dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Kasus ini kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi publik.
Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi segera bergerak cepat dengan meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh serta memastikan para pelaku dapat segera diamankan.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada 6 Maret 2026, Dedi menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
Dedi Mulyadi mengatakan, “Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda Jabar, Ditreskrimum Polda Jabar, kemudian jajaran Resmob, kemudian Kapolres Purwakarta, dan Reskrim Polres Purwakarta beserta Resmobnya. Saya ucapkan terima kasih yang telah dengan cepat menangkap pelaku pemukulan yang berakibat kematian Pak Dadang, yang hajatan di Desa Kertamukti, Purwakarta.”
Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah Jawa Barat.
“Semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi dan semoga kita semua siaga setiap saat agar peristiwa kriminal tidak terjadi di Jawa Barat,” lanjut Dedi.
Tak hanya fokus pada penanganan kasus, Dedi Mulyadi juga menunjukkan empati dengan mendatangi langsung rumah duka. Ia bertemu keluarga korban, menyampaikan belasungkawa, serta memberikan dukungan moral di tengah suasana duka.
Dalam pernyataan lainnya, Dedi menegaskan bahwa tindakan kekerasan seperti ini tidak dapat ditoleransi dan para pelaku harus menerima hukuman setimpal atas perbuatannya.
Ia juga kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas premanisme di Jawa Barat yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
Dedi Mulyadi menegaskan, “Saya sebagai Gubernur Jawa Barat berharap hilangkan segala bentuk premanisme, kita tindak secara bersama. Karena semenjak saya menjabat, ini menjadi musuh utama.”
Selain itu, ia mengimbau agar setiap kegiatan masyarakat, khususnya hajatan, dapat berlangsung aman dan tertib tanpa adanya pengaruh minuman keras.
“Kalau ada acara hajatan warga, agar terbebas dari minuman keras. Saat ada hajatan sebaiknya acara tersebut dipiketin oleh aparat keamanan setempat yang bisa menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Langkah cepat dan tegas yang dilakukan Dedi Mulyadi menjadi bukti nyata bahwa upaya pemberantasan premanisme di Jawa Barat bukan sekadar wacana. Dengan tindakan langsung di lapangan, ia menegaskan komitmen untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat.
Lihat Berita Lengkapnya: Tindakan Nyata Dedi Mulyadi Berantas Premanisme di Jawa Barat
(anf)
Load more