Kabar Gembira untuk Warga Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi Sulap Sampah Jadi Energi Listrik
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
tvOnenews.com - Kabar baik untuk masyarakat Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi menggagas solusi besar untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi masalah klasik di berbagai daerah.
Melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup, sampah kini akan diolah menjadi energi listrik melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Kesepakatan pembangunan PLTSa ini dicapai dalam rapat penting yang digelar di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, pada Minggu, 5 April 2026.
Program ini dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, yang selama ini menjadi lokasi utama penampungan sampah dari sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Selama bertahun-tahun, persoalan sampah di Jawa Barat belum menemukan solusi yang benar-benar efektif.
Penumpukan sampah di berbagai titik, termasuk di TPA Sarimukti, kerap menimbulkan bau tak sedap, pencemaran lingkungan, hingga keluhan masyarakat.
Melalui proyek PLTSa ini, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah akhirnya menemukan solusi konkret yang tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa energi listrik.
Dalam pernyataannya, Kang Dedi Mulyadi atau KDM mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan langkah besar yang telah lama dinantikan.
- Instagram/dedimulyadi71
Ia menyebut bahwa pengelolaan sampah menjadi energi adalah jawaban atas persoalan yang selama ini seolah tak kunjung selesai.
"Pokoknya tugas kita sebagai penyelenggara negara, karena ini keinginan kuat dari Pak Presiden. Insya Allah tiga tahun ke depan sudah berubah, pokoknya sampah hilang rakyat pun senang. Terima kasih Pak Presiden," ujar Dedi Mulyadi di media sosial pribadinya.
TPA Sarimukti diketahui mampu menampung sekitar 3.700 ton sampah per hari.
Dengan pembangunan PLTSa, jumlah tersebut tidak hanya akan dikelola, tetapi juga diolah menjadi sumber energi yang bermanfaat.
Bahkan, kapasitas pengolahan tersebut masih berpotensi ditingkatkan seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan energi di masa depan.
Hal ini membuka peluang besar bagi Jawa Barat untuk menjadi salah satu provinsi percontohan dalam pengelolaan sampah modern di Indonesia.
Selain mengurangi volume sampah, proyek ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.
Dengan kata lain, sampah yang sebelumnya menjadi masalah kini berubah menjadi aset bernilai.
Pembangunan PLTSa ini juga menjadi bagian dari program strategis pemerintah pusat dalam menangani persoalan sampah secara nasional.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa teknologi yang digunakan akan disesuaikan dengan jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat.
- Instagram/dedimulyadi71
Dengan pendekatan teknologi yang tepat, proses pengolahan sampah menjadi energi listrik diharapkan berjalan optimal dan efisien.
Hal ini juga menjadi bukti bahwa inovasi dalam pengelolaan lingkungan semakin berkembang dan bisa diterapkan secara luas.
Tak hanya di TPA Sarimukti, rencana pembangunan PLTSa juga akan diperluas ke berbagai wilayah di Jawa Barat.
Proyek ini disebut akan dikerjakan oleh perusahaan Danantara, dengan target penyelesaian dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
Dedi Mulyadi bahkan optimistis bahwa dalam waktu tersebut, persoalan sampah di Jawa Barat bisa berkurang drastis.
Ia juga menyampaikan harapannya agar masyarakat tidak lagi direpotkan dengan masalah sampah di masa depan.
Program ini tidak hanya berfokus pada pengolahan, tetapi juga sistem distribusi dan pengangkutan sampah.
KDM sempat berkelakar bahwa ke depan, dinas lingkungan hidup di daerah mungkin hanya akan fokus pada transportasi sampah, karena pengolahan sudah ditangani oleh sistem modern.
Transformasi sampah menjadi energi listrik tentu membawa banyak manfaat. Selain lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, masyarakat juga akan merasakan dampak langsung berupa peningkatan kualitas hidup.
Masalah bau sampah yang selama ini menjadi keluhan utama warga di sekitar TPA diharapkan bisa hilang.
Selain itu, produksi listrik dari sampah juga berpotensi membantu memenuhi kebutuhan energi di Jawa Barat. (adk)
Load more