News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sherly Tjoanda Tahan Tangis Lihat Balita Stunting Tak Bisa Bicara, Beri Pendampingan Gratis Hingga 6 Bulan

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda gerak cepat bantu balita stunting 3 tahun di Halmahera Timur, beri pendampingan dan perawatan gratis hingga 6 bulan.
Minggu, 5 April 2026 - 02:28 WIB
Sherly Tjoanda tanggapi kasus stunting
Sumber :
  • Instagram/s_tjo

tvOnenews.com - Aksi cepat ditunjukkan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat menemukan seorang balita penderita stunting di Desa Pulopapo, Halmahera Timur.

Tanpa menunggu lama, ia langsung memberikan instruksi tegas kepada dinas terkait untuk segera menangani kondisi anak tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen tersebut terjadi saat Sherly Tjoanda melakukan kunjungan kerja di wilayah tersebut.

Di tengah agenda, ia mendapati seorang anak berusia sekitar tiga tahun yang mengalami kondisi memprihatinkan.

Balita itu diketahui belum bisa berjalan dan bahkan belum mampu berbicara secara normal.

Melihat kondisi tersebut, Sherly Tjoanda tampak terkejut sekaligus prihatin.

Ia langsung menanyakan berbagai hal kepada orang tua sang anak, mulai dari riwayat pemberian ASI, kemampuan melihat, hingga kondisi makan sehari-hari.

“Mana stunting? Sudah 3 tahun belum jalan? Bisa lihat? Bisa bicara?” tanya Sherly Tjoanda dengan nada serius kepada ibu sang anak.

Dari hasil percakapan tersebut, diketahui bahwa balita bernama Sisil itu mengalami keterlambatan perkembangan yang cukup serius.

Ia tidak hanya kesulitan berbicara, tetapi juga mengalami gangguan makan sehingga asupan gizinya sangat terbatas.

Tanpa basa-basi, Sherly Tjoanda langsung mengambil tindakan konkret.

Gubernur Sherly Tjoanda
Gubernur Sherly Tjoanda
Sumber :
  • Instagram/s_tjo

Ia memerintahkan Dinas Sosial untuk segera membawa anak tersebut ke fasilitas perawatan khusus seperti yang pernah dilakukan pada kasus serupa sebelumnya.

Ia menyebutkan bahwa balita tersebut akan dirujuk ke pusat perawatan, di mana penanganan intensif akan dilakukan, termasuk terapi gizi dan kemungkinan pemasangan infus untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi.

“Bawa dia ke Chasan Boesoirie seperti kemarin. Dia harus tinggal lama di wisma, minimal tiga sampai enam bulan,” tegas Sherly Tjoanda.

Tidak hanya fokus pada sang anak, Sherly Tjoanda juga memikirkan kondisi keluarga.

Ia menanyakan pekerjaan orang tua dan memastikan bahwa ibu dari balita tersebut dapat mendampingi selama masa perawatan tanpa harus khawatir soal biaya hidup.

“Ibu tinggal di wisma saja, makan dan kebutuhan lainnya kita tanggung. Yang penting anaknya sehat, bisa bicara, dan tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap persoalan stunting yang masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Maluku Utara.

Program pendampingan selama enam bulan yang diinisiasi oleh Sherly Tjoanda ini diharapkan mampu memberikan perubahan signifikan terhadap kondisi balita tersebut.

Dengan perawatan intensif, diharapkan anak bisa mengejar ketertinggalan tumbuh kembangnya.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap asupan gizi anak sejak dini.

Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan otak, kemampuan bicara, dan kesehatan secara keseluruhan.

Aksi cepat Sherly Tjoanda pun mendapat banyak apresiasi dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa respons sigap seperti ini sangat dibutuhkan, terutama dalam menangani kasus-kasus yang membutuhkan perhatian segera.

Selain itu, pendekatan langsung ke lapangan membuat penanganan menjadi lebih efektif karena kondisi nyata dapat dilihat tanpa perantara laporan administratif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan instruksi yang jelas dan tindakan yang cepat, Sherly Tjoanda menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus akibat masalah kesehatan seperti stunting.

Kisah balita Sisil ini pun menjadi sorotan sekaligus harapan bahwa dengan penanganan yang tepat dan dukungan penuh, anak-anak yang mengalami stunting masih memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih baik di masa depan. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT