News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Furab Makin Menjadi-jadi, Ayah Fuji Beri Sindiran Menohok: Pandai-pandainya Orang Lain

​​​​​​​Furab makin viral di medsos, Fuji dijodohkan dengan Reza Arap. Haji Faisal kesal dan beri sindiran menohok soal ulah netizen yang dianggap kelewatan.
Rabu, 1 April 2026 - 23:33 WIB
Fuji dan Haji Faisal
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @fuji_an / YouTube Intens Investigasi

tvOnenews.com - Fenomena Furab kembali jadi sorotan publik. Nama yang menggabungkan Fuji dan Reza Arap ini makin ramai diperbincangkan, bahkan sampai membuat orang tua Fuji angkat bicara. Tak disangka, reaksi yang muncul justru bernada sindiran tajam dan penuh kekesalan.

Belakangan, tren menjodoh-jodohkan Fuji dengan Reza Arap di media sosial semakin menjadi-jadi. Tak hanya sekadar komentar, fenomena ini bahkan berkembang menjadi konten hingga lagu yang dibuat oleh netizen. Hal inilah yang kemudian memicu reaksi dari keluarga Fuji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, Furab merupakan akronim dari Fujianti Utami dan Reza Arap yang viral sejak Maret 2026. Tren ini muncul dari interaksi keduanya dalam konten Marapthon yang dinilai netizen memiliki chemistry manis dan menghibur. Sejak saat itu, dukungan untuk “menjodohkan” keduanya pun terus bermunculan.

fuji
kolase foto Reza Arap dan Fuji. (Sumber: Instagram @ybrap dan @fujian)

Namun di balik ramainya dukungan tersebut, keluarga Fuji justru merasa tidak nyaman. Haji Faisal dan istrinya, Dewi Zuhriati, mengaku terganggu dengan maraknya shipper Furab yang dinilai sudah kelewat batas.

Dalam unggahan Insertlive pada 1 April 2026, Haji Faisal mengungkapkan kekesalannya terhadap fenomena tersebut.

“Ini sebagian yang ngomong semakin menjadi-jadi omongnya. Dibully lagi, dibully dan diolok-olok. Ah, ini yang gimana sih cara berpikirnya? Saya juga enggak ngerti haters ini,” ujarnya.

fuji
Haji Faisal. (Sumber: YouTube  Insertlive)

Ia juga menyoroti perilaku netizen yang dengan mudah menjodoh-jodohkan anaknya tanpa memikirkan perasaan pihak terkait.

“Dia yang menjodohkan kemudian dia bikin ini begitu. Apakah kalau andai kata dia digituin bagaimana atau kalau umpamanya anak digituin bagaimana? Nah, ini perasaan. Jadi kadang saya berpikir yang enggak-enggak jadinya. Gimana ya saya mau menanggapnya, kan bingung juga kan,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, Haji Faisal juga menyentil keras pihak-pihak yang dianggap terlalu ikut campur dalam urusan pribadi anaknya.

“Ya cari sendiri, dia enggak mau kena pandai-pandainya orang lain. Saya selaku orang tua, kami selaku orang tua aja yang sejak dulu memang sudah kebiasaan di daerah kami untuk mencarikan jodoh untuk anak perempuan ataupun untuk anak laki-laki, enggak kami carikan, kok pandai-pandainya orang lain kan.”

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT