News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penyesalan Mitra yang Joget Pamer Insentif Cuan MBG Rp6 Juta Per Hari, Bilang Begini usai SPPG Dihentikan BGN

Hendrik Irawan, mitra yang joget viral pamer uang insentif Rp6 juta per hari dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) minta maaf usai SPPG kena suspend BGN.
Kamis, 26 Maret 2026 - 02:32 WIB
Video aksi mitra yang joget pamer uang insentif Program MBG Rp6 juta per hari viral di media sosial
Sumber :
  • Tangkapan layar TikTok Mitra Pagauban Batujajar

Bandung Barat, tvOnenews.com - Seorang pria sekaligus mitra program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan mengungkapkan penyesalannya setelah video aksi jogetnya viral.

Aksi joget pamer insentif Rp6 juta per hari dari MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berujung menjadi malapetaka baginya. Selain viral, aksi tersebut langsung mendapat reaksi keras dari Badan Gizi Nasional (BGN).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hendrik Irawan mengaku efek aksi joget sesumbar mendapat untung MBG sebesar Rp6 juta menyebabkan dapur SPPG Pangauban Batujajar, Bandung Barat ditutup selamanya oleh BGN.

"Untuk SPPG Pagauban mulai hari ini dan seterusnya SPPG Pagauban ditutup, terima kasih," ungkap Hendrik dikutip tvOnenews.com dari akun TikTok @mitrapangaubanbatujajar, Kamis (26/3/2026).

Minta Maaf atas Video Viral Aksi Joget Insentif Rp6 Juta dari Program MBG

Mitra MBG Batujajar, Hendrik Irawan yang viral akibat aksi jogetnya
Mitra MBG Batujajar, Hendrik Irawan yang viral akibat aksi jogetnya
Sumber :
  • TikTok/@@mitrapangaubanbatujajar

Dalam keterangannya, Hendrik kembali menyampaikan permohonan maafnya. Aksi joget itu sudah membuat kegaduhan dan berujung kontroversi di ruang publik.

"Saya memohon maaf kepada netizen yang terus menghujat saya walaupun saya sudah klarifikasi," ucapnya.

Lebih lanjut, Hendrik menyampaikan fakta terbaru. Ia mengaku statusnya sebagai mitra MBG untuk SPPG Pagauban Batujajar sudah dihentikan oleh BGN.

Keputusan penghentian statusnya dan penutupan SPPG miliknya langsung dari instruksi Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. Kebijakan itu sebagai reaksi keras BGN atas video viral tersebut.

Ia menilai penghentian tersebut membuat publik puas atas tindakan dan keputusan berani yang diambil oleh BGN. Ia sangat memaklumi hal tersebut.

"Itu tidak apa-apa, yang penting saya sudah berulang kali meminta maaf kepada netizen," lanjut dia.

Bantah Melecehkan Program MBG dari Presiden Prabowo Subianto

Ia mengaku keputusan penghentian status dan operasional SPPG miliknya tidak mengganggu mentalnya. Namun ia lebih memikirkan aksinya dinilai telah melecehkan program MBG.

Hendrik menepis keras sudah melakukan pelecehan terhadap MBG sebagai program unggulan dijalankan Presiden Prabowo Subianto.

"Sumpah demi Allah, saya tidak ada sedikitpun untuk melecehkan rakyat Indonesia," tegasnya.

Ia menyadari dirinya salah satu mitra yang pansos. Melalui akun TikTok khusus SPPG Pagauban Batujajar, ia kerap membagikan proses kegiatan pendistribusian MBG hingga melakukan aksi joget.

Aktivitasnya yang menjadi kontroversi pada bagian aksi jogetnya. Ia tentu kaget aksi itu membuat Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Eyang menutup SPPG miliknya.

"Kok permasalahan ini menjadi besar dan huru-hara. Emang sih ini kesalahan saya tidak mematuhi protokol di ruangan saya sehingga tidak menyangka bisa viral begini," bebernya.

Di balik itu, ia menyesali atas hujatan dari netizen. Penutupan dapur MBG miliknya tidak hanya berdampak pada nasib dirinya, tetapi juga pada sekitar 150 relawan terpaksa berhenti bekerja di SPPG Pangauban Batujajar.

"Inilah dampak saya terlalu frontal. Saya tidak menyalahkan netizen. Tapi, saya merasa prihatin bagaimana nasib relawan saya yang sudah semangat, benar-benar sudah habis Lebaran pasti keuangannya sampai habis, tapi SPPG dari Hendrik Setiawan untuk sementara tidak bisa beroperasi," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang menyesali video viral aksi joget dilakukan pria tersebut. BGN melalui tim pengawasan langsung bertindak tegas untuk bertemu dengan yang bersangkutan.

"Kami lagi tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu," kata Nanik kepada wartawan, Rabu (24/3/2026).

BGN menugaskan Direktur Tauwas wilayah II, Brigjen Doni Dewantoro untuk bertemu dengan pria itu. Tujuannya tentu untuk memberikan teguran keras kepada mitranya atas aksi kontroversi tersebut.

Nanik mengatakan, BGN sangat kecewa lantaran perilaku dilakukan pria tersebut dinilai tidak pantas, apalagi aksi joget itu berlangsung di area dapur tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD).

Bagi Nanik, APD sebagai standar wajib dalam operasional. Maka dari itu, BGN bertindak tegas dan mempertanyakan alasan yang bersangkutan merekam aksi jogetnya dalam dapur untuk dijadikan konten di media sosial.

"Mengapa harus overacting seperti itu? Apalagi ada konten, konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD," sesal Nanik.

Ia mendapat kabar pria tersebut diduga memiliki tujuh SPPG. Namun BGN melihat catatan dapur yang baru beroperasi hanya satu unit.

Ia menegaskan, kepemilikan SPPG bukan bagian proyek bisnis bagi individu. Dengan adanya MBG, pemerintah serius mewujudkan program guna mencerdaskan anak bangsa.

"Bukan kemudian dilakukan seperti itu," tegas Nanik.

Nanik menyampaikan, BGN melakukan pembekuan sementara (suspend) satu unit SPPG milik pria itu. Keputusan itu lantaran menemukan adanya ketidakpatuhan terhadap petunjuk teknis (juknis).

Di fasilitas dapur tersebut, teknis yang dipermasalahkan BGN,  antara lain tata letak (layout) hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL tidak benar. Jadi, kita suspend," ungkap Wakil Kepala BGN.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT