News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gara-gara Menghabisi Nyawa Cucu Mpok Nori, WN Irak Ternyata Sempat Ingin Bunuh Diri di Sukabumi

Fouad Tareq Jameel, Warga Negara Irak selaku suami siri cucu Mpok Nori, Dwintha Anggary punya niat bunuh diri di Sukabumi pasca menyayat leher istri sirinya.
Rabu, 25 Maret 2026 - 03:27 WIB
Terungkap Motif Pembunuhan Cucu Mpok Nori oleh WNA Irak di Cipayung karena Terbakar Api Cemburu
Sumber :
  • Tangkapan layar tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Warga Negara (WN) Irak, Fouad Tareq Jameel alias Fuad sempat ingin mengakhiri hidupnya. Itu terjadi setelah membunuh Dwintha Anggary (37), cucu komedian sekaligus seniman Betawi, Mpok Nori.

Panit Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah menyampaikan, Fuad stres setelah membunuh cucu Mpok Nori. Akibatnya, WN Irak tersebut sempat memiliki niat bunuh diri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fechy menambahkan, niat mengakhiri hidup tersebut diurungkan. Fuad justru lebih pilih melarikan diri ke luar kota.

Kala itu tersangka pembunuhan cucu Mpok Nori tersebut berpindah-pindah tempat saat kabur. Tujuannya tentu untuk menghindari penangkapan oleh polisi.

"Tersangka sempat melarikan diri ke Bogor dan Sukabumi setelah membunuh. Dia berpindah-pindah tempat. Ketika berada di Sukabumi, dia sempat mau bunuh diri, tetapi niatnya diurungkan," ujar Fechy dikutip, Rabu (25/3/2026).

Tersangka Pembunuhan Cucu Mpok Nori Kabur ke Pulau Sumatera

Cucu Mpok Nori, Dwintha Anggary (37) saat bersama suami siri, Fouad Tareq Jameel
Cucu Mpok Nori, Dwintha Anggary (37) saat bersama suami siri, Fouad Tareq Jameel
Sumber :
  • tvOneNews

Lebih lanjut, Fechy menuturkan, FTJ inisial tersangka pembunuhan DA pilih melakukan penyeberangan ke Pulau Sumatera. Itu terjadi setelah ia mengurungkan niat bunuh diri di Sukabumi.

Di saat berada di Pulau Sumatera, kata Fechy, tersangka sama sekali tak mempunyai tujuan yang jelas.

Tak ayal, WN Irak tersebut tidak memiliki kerabat di Pulau Sumatera. Akibatnya, suami siri itu merasa kebingungan lantaran tak ada tujuan pasti.

"Tujuannya random karena di Sumatera, dia tidak ada kenalan. Dia hanya berusaha menjauh dari TKP (tempat kejadian perkara)," tuturnya.

Kronologi Pembunuhan Cucu Mpok Nori

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mendapatkan kabar adanya kasus pembunuhan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Daman I, RT 008/RW 002, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Kasus pembunuhan tersebut dicurigai melibatkan seorang WN Irak. Ia diduga membunuh DA, cucu Mpok Nori.

Polda Metro Jaya langsung melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan, polisi pun mengungkapkan kronologi pembunuhan dialami oleh DA.

Fechy menjelaskan, kronologi pembunuhan tersebut bermula dari pasangan suami istri siri tersebut sering terlihat bertengkar belakangan ini.

Fechy menuturkan bahwa, motif tersangka membunuh korban disebabkan karena kecemburuan. FTJ menduga DA mempunyai hubungan dengan pria lain.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sempat melihat korban bersama pria lain. Itu terjadi saat berada di sebuah acara bazar Ramadhan pada Jumat, 20 Maret 2026 sore hari.

Akibatnya, emosi tersangka meledak lantaran merasa cemburu. Percekcokan pun terjadi sebelum WN Irak dan cucu Mpok Nori tersebut berpisah.

Tak heran, tersangka merasa cemburu lantaran sudah pisah rumah dengan DA sejak Oktober 2025.

"Mereka sering bertengkar karena pelaku cemburu terhadap korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain," terang Fechy.

Kecurigaan tersebut kembali terbukti usai tersangka mendatangi rumah kontrakan korban di Kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur pada pukul 22.00 WIB.

Kala itu tersangka melihat korban bersama pria yang sempat dilihatnya di acara bazar. Sontak, mereka kembali bertikai hingga korban memutuskan usir WN Irak tersebut.

Fechy mengatakan, tersangka akhirnya pulang ke kediamannya. WN Irak tersebut diduga sempat merenung, namun emosinya yang sudah meledak menyebabkan ia menyambangi kediaman cucu Mpok Nori itu.

Ironisnya, FTJ membawa pisau dari rumahnya. Kebetulan korban sudah sendirian sehingga berujung pertengkaran fisik di mana tersangka mencekik hingga memiting korban.

"Korban sempat memberontak. Karena panik dan takut, dia mengambil pisau yang dibawanya, kemudian menyayat leher korban," tuturnya.

Tersangka panik setelah membunuh korban. Ia meletakkan pisau di atas tumpukan sepatu dan membawa karpet, ponsel, hingga paspor milik korban meski ujung-ujungnya terekam oleh kamera pengawas.

WN Irak tersebut berhasil ditangkap di Rest Area KM 68 Jalan Tol Tangerang-Merak, Sabtu, 21 Maret 2026. Kini tim penyidik sedang mendalami kasus tersebut diduga adanya unsur pembunuhan berencana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suami siri cucu Mpok Nori tersebut terjerat Pasal 458 subsider Pasal 468 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan. Akibatnya, tersangka potensi terancam pidana penjara selama 15 tahun.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.
DIY Bersiap! El Nino Godzilla Picu Kemarau Ekstrem Mulai Pertengahan April Hingga Agustus 2026

DIY Bersiap! El Nino Godzilla Picu Kemarau Ekstrem Mulai Pertengahan April Hingga Agustus 2026

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya dari ancaman kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino Godzilla, April hingga Agustus.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT