Penuh Haru, Dedi Mulyadi Puji Gibran, Putra Siska yang Berjanji Mandiri Sejak Dini
- Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi
Perhatian Dedi Mulyadi kemudian beralih kepada Gibran. Ia menanyakan aktivitas sang anak, termasuk soal hobi bermain sepak bola.
“Sudah beli sepatu bolanya belum?” tanya Dedi Mulyadi.
Gibran menjawab bahwa ia sudah memiliki dua pasang sepatu bola. Satu digunakan saat berkunjung ke Gedung Pakuan, sementara satu lagi disimpan di rumah.
Ia juga mengaku bermain di klub sepak bola di kawasan Batununggal, yakni Adeska, dengan iuran Rp10 ribu per bulan yang dibayarkan oleh sang nenek.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga menanyakan kebiasaan jajan Gibran sehari-hari.
“Bisa enggak kalau enggak jajan? Uangnya ditabung saja. Sebulan jadi Rp150 ribu, setahun jadi Rp1,8 juta, kan hebat. Ibu kamu tidak capek,” ujarnya memberi motivasi.
Ia kemudian menambahkan nasihat penuh makna kepada Gibran.
“Semangat, kamu tidak boleh manja. Ibumu susah mencari uang, bekerja keras, kamu harus menjadi anak hebat,” kata Dedi Mulyadi.
“Ya, kamu belajar bola, belajar dagang, oke. Karena ibu kasihan,” lanjutnya.
Mendengar nasihat tersebut, Gibran yang awalnya tampak percaya diri perlahan meneteskan air mata.
Namun, di sisi lain, Siska justru tersenyum melihat respons sang anak yang mulai memahami perjuangan hidup mereka.
Momen tersebut menjadi bukti bahwa di balik keterbatasan, terdapat kekuatan dan keteguhan hati yang luar biasa.
Sosok Gibran dan Siska pun menjadi inspirasi banyak orang tentang arti perjuangan, ketulusan, dan harapan di tengah kehidupan yang tidak mudah.
(anf)
Load more