News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Enrico Tambunan Akui Baru Tahu Ressa Anak Denada, Tegas Bantah Isu Ditawarkan Saat Bayi

Enrico Tambunan mengungkap alasan baru tahu Ressa adalah anak Denada dan membantah isu bahwa Ressa pernah ditawarkan ke orang lain saat masih bayi.
Selasa, 3 Februari 2026 - 19:20 WIB
Denada Tambunan, Al Ressa Rizky Rossano, dan Enrico Tambunan
Sumber :
  • Kolase Instagram/@denadaindonesia/@enricotambunan & tvOne/Happy Oktavia

tvOnenews.com - Polemik keluarga Denada Tambunan dan Ressa Rizky Rossano terus menarik perhatian publik.

Setelah berbagai pihak memberikan pernyataan, kini Enrico Tambunan, adik Denada, ikut buka suara dan memberikan klarifikasi panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, Enrico mengaku baru mengetahui bahwa Ressa adalah anak kandung Denada pada pertengahan tahun 2025, serta membantah tegas isu bahwa Ressa pernah ditawarkan ke orang lain untuk diadopsi.

Dalam wawancaranya bersama Feni Rose di program Rumpi, Enrico menceritakan awal mula masalah yang membuat keluarga besarnya terseret ke publik.

Ia mengungkap bahwa polemik bermula dari urusan pribadi antara keluarganya dan Tante Ratih, yang awalnya hanya membahas soal masalah pembayaran mobil dan kebutuhan rumah tangga.

“Awalnya itu ada permasalahan mobil dan detail mobilnya itu dia sama Muhammad yang bisa tahu, tapi aku hanya kasih tahu apa yang aku tahu persis karena Tante Ratih WhatsApp dengan aku. Dia bilang ‘ini minta uang untuk cicilan mobil, minta uang untuk yang lain lagi, minta uang untuk bayar listrik dan seterusnya,’” jelas Enrico.

Ia menjelaskan bahwa pada saat itu, dirinya sama sekali belum tahu bahwa Ressa adalah anak kandung Denada.

Adik Denada
Adik Denada
Sumber :
  • Instagram/enricotambunan

“Sebagai catatan, pada waktu itu aku belum tahu, belum dikasih tahu sama Tante bahwa Ressa itu adalah anaknya Mbak Dena. Jadi aku juga nggak tahu,” sambungnya.

Enrico bahkan sempat diancam akan diviralkan jika tidak mengirimkan sejumlah uang, namun ia tidak menganggap ancaman itu serius.

“Terus si Tante bilang ‘kirimkan uangnya atau saya viralkan nih.’ Ya pikiran aku, yaudah Tante silakan. Saya juga nggak bisa kasih uangnya terus diancam mau diviralkan, ya saya bilang, ya silakan viralkan. Saya pikir ini cuma masalah mobil, tapi kok tiba-tiba meledak, dan yang dijelek-jelekan malah mama saya. Itu yang membuat keluarga kecewa,” ujarnya.

Dalam video terpisah yang diunggah di Instagram pribadinya, Enrico menegaskan bahwa dirinya baru mengetahui identitas Ressa sebagai anak kandung Denada pada pertengahan 2025.

“Saya sungguh sangat amat sedih karena waktu saya nonton podcast Tante mengatakan bahwa Tante tahu siapa bapaknya tapi Tante enggak mau ngomongin. Kalau saya boleh tunjukkan chat saya sama Tante, baru di pertengahan 2025 saya diberitahu siapa itu Ressa,” ujar Enrico.

Ia juga menjelaskan bahwa karena lama tinggal di luar negeri, dirinya tidak mengikuti perkembangan kehidupan Denada di Indonesia.

Bahkan saat sesekali pulang ke tanah air, Enrico lebih sering tinggal di rumah sang ayah, sehingga keluarga dari pihak ibunya tidak banyak berinteraksi dengannya.

Ressa Rossano
Ressa Rossano
Sumber :
  • YouTube/DennySumargo

“Saya tidak tahu bahwa Ressa itu adalah anaknya Mbak Dena pada waktu itu. Karena mungkin saya tidak tinggal di Indonesia. Dan kalaupun saya lagi jalan-jalan ke Indonesia, saya tinggalnya di rumah Papa. Jadi keluarga Papa tidak ada yang tahu juga,” katanya.

Enrico juga menanggapi isu yang sempat beredar bahwa Ressa pernah ditawarkan kepada orang lain untuk diurus atau diadopsi ketika masih bayi.

Ia menyebut hal itu tidak benar, dan menjelaskan bahwa situasi sebenarnya sangat berbeda dari tudingan publik.

“Yang aku tahu dan yang diberitahu kepada aku adalah memang Om Dino sama Tante Ratih itu belum memiliki anak laki-laki, jadi anaknya dia perempuan semua. Jadi memang pada waktu itu dimintalah untuk dirawat,” ungkap Enrico kepada Feni Rose.

Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada niat dari pihak keluarga, apalagi dari almarhumah Emilia Contessa, untuk “menawarkan” Ressa kepada orang lain.

“Apakah diminta atau bagaimana prosesnya itu saya tidak tahu persis. Tetapi kalau untuk ditawarkan, saya tahu persis mama saya bukan seperti itu orangnya,” tegas Enrico.

Selain membahas isu tentang Ressa, Enrico juga mengaku kasihan kepada kakaknya, Denada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan bahwa Denada selalu menolak berbicara tentang masa lalunya, terutama soal sosok ayah biologis Ressa.

Menurut Enrico, reaksi Denada selalu emosional setiap kali topik itu dibuka. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT