News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pihak Denada Sebut Kedatangan Rombongan Ressa ke Jakarta Bikin Gaduh

​​​​​​​Pihak Denada menilai kedatangan rombongan Ressa Rizky Rossano ke Jakarta bikin gaduh di tengah proses hukum dan gugatan Rp7 miliar yang masih bergulir.
Senin, 2 Februari 2026 - 11:12 WIB
Ressa Rizky Rossano dan Denada
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Cumicumi / Instagram @denadaindonesia

tvOnenews.com - Pihak Denada akhirnya angkat bicara terkait kedatangan rombongan Ressa Rizky Rossano ke Jakarta yang belakangan menjadi sorotan publik. 

Kehadiran Ressa bersama timnya disebut bertujuan meminta pertanggungjawaban dan pengakuan, namun menurut pihak Denada, langkah tersebut justru menimbulkan kegaduhan di tengah proses hukum yang sedang berjalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui kuasa hukumnya, Moch. Iqbal, pihak Denada menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menelantarkan Ressa Rizky Rossano. 

Mereka mengklaim Denada telah memberikan kasih sayang serta dukungan materi, termasuk rutin mentransfer uang hingga Januari 2026. 

Bantahan ini disampaikan untuk menepis tudingan penelantaran yang selama ini berkembang di ruang publik.

Polemik semakin mencuat setelah pihak Ressa mengaku sempat mendatangi kediaman Denada di Jakarta dan merasa diabaikan selama beberapa jam. 

Menanggapi hal tersebut, pihak Denada justru menyoroti cara kedatangan rombongan Ressa yang dinilai kurang tepat, terlebih di tengah agenda mediasi yang seharusnya dimanfaatkan sebagai upaya damai.

Iqbal menyampaikan bahwa permintaan pengakuan sebenarnya sah-sah saja, namun ia menekankan posisi Denada sebagai seorang ibu. 

“Kalau masalah itu ya permintaan ya bolehlah ya. Cuman kan ya ini ibunya, loh. Masa harus gini, harus gini kan ya gimana,” ujar Iqbal dalam kanal YouTube Cumicumi (1/2/2026).

iqbal
Kuasa Hukum Denada, Moch. Iqbal. (Sumber: YouTube Cumicumi)

Ia juga menegaskan bahwa secara prinsip, Denada telah mengakui status Ressa sebagai anak kandung dan merasa kewajibannya telah dijalankan. 

“Ya mestinya ya sudah, ya mulai dulu kan memang diakui, loh, Mas. Sebetulnya ya seperti yang saya sampaikan kemarin, enggak ada masalah apa-apa, dibiayai, disekolahkan. Tiba-tiba ada gugatan, kita kan juga ada apa ini, kan, gitu, terus ada podcast ke mana-mana, waduh tujuannya apa juga,” katanya.

Pihak Denada menilai kehadiran Ressa ke Jakarta yang dibarengi dengan kemunculan di berbagai podcast dan konferensi pers justru memperkeruh suasana. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iqbal menyoroti bahwa masa mediasi seharusnya menjadi waktu untuk menenangkan diri. 

“Kemarin masa mediasi kan kita hitung anggaplah tiga minggu ya. Mestinya ini masa damai, cooling down dulu untuk menentukan waktu kapan ketemunya. Malah podcast ke mana-mana. Akhirnya kan bikin gaduh seakan-akan, kami nilainya gitu,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT