News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Mbah Kirno ODGJ di Ponorogo, Dipasung Jeruji Besi 20 Tahun Gegara Ilmu Rawarontek Kini Dijemput Ipda Purnomo

Sukirno alias Mbah Kirno (60), di Dusun Gombak, Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, viral setelah dibebaskan Ipda Purnomo dari jeruji besi selama 20 tahun.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:36 WIB
Sosok Sukirno, ODGJ dipasung 20 tahun di Ponorogo dievakuasi Ipda Purnomo
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Purnomo Belajar Baik

Ponorogo, tvOnenews.com - Sosok Sukirno alias Mbah Kirno (60), kini mencuri perhatian publik. Ia merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Gombak, Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

Kisah pilu Mbah Kirno terungkap setelah dijemput oleh Kanitbinpolmas Polres Lamongan, Ipda Purnomo bersama lintas instansi pada Rabu (28/1/2026). Sontak, video pembebasan Kirno viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di balik itu, Mbah Kirno telah dipasung dalam jeruji besi selama 20 tahun oleh keluarga. Kisah dramatis ini terjadi warga Ponorogo itu kerap membahayakan nyawa keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Adik kandung Mbah Kirno, Sarti mengungkap alasan keluarga mengurungnya. Keputusan itu setelah kakaknya mengalami ODGJ sedari muda akibat mendalami ilmu rawarontek saat berkelana ke berbagai daerah.

"Dia dulu sering mencari ilmu. Karena usianya belum cukup kuat buat menerima ilmu kebatinan tingkat tinggi, akhirnya batinnya tidak kuat," ungkap Sarti dilansir tvOnenews.com, Sabtu (31/1/2026).

Mbah Kirno Agresif Efek Gagal Dalami Ilmu Rawarontek

Sukirno alias Mbah Kirno saat dievakuasi Ipda Purnomo dan polisi setelah dipasung 20 tahun di Ponorogo
Sukirno alias Mbah Kirno saat dievakuasi Ipda Purnomo dan polisi setelah dipasung 20 tahun di Ponorogo
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Purnomo Belajar Baik

Ia menjelaskan, akibat batinnya tidak kuat dengan ilmu kebatinan tingkat tinggi, Mbah Kirno mendadak agresif. Ironisnya, sikapnya berubah total sehingga sering mengancam keselamatan keluarga.

Penganiayaan dari Mbah Kirno pernah menimpa anggota keluarga. Sarti menjelaskan sang suami mendapat ancaman pembunuhan.

"Berbahaya Pak. Bahayanya, dia mengancam keluarga. Itu sudah kejadian menyiksa suami saya," jelas Sarti.

Ancaman tersebut semakin menyasar kepada anggota keluarga lain. Mulai dari nenek Sarti hingga adik ipar Mbah Kirno sekaligus ayah Ketua RT setempat, sehingga menimbulkan ketakutan besar dari mereka.

Ketakutan itulah membuat pihak keluarga memutuskan sebuah langkah  ekstrem. Mbah Kirno dikurung dalam jeruji besi berukuran tidak lebih dari satu meter.

Pengurungan terhadap Mbah Kirno mulai tahun 2006 hingga sekarang. ODGJ tersebut telah jauh dari hingar-bingar pusat Kabupaten Ponorogo, selama kurang lebih 20 tahun.

Pihak keluarga membeberkan alasan lain dipasung dalam jeruji besi lantaran tenaga Kirno begitu kuat. Amukannya semakin bertambah jika dipasung dalam kondisi bebas.

Keluarga mencontohkan amukan yang sulit terkendali dari Mbah Kirno. Sebuah besi pernah patah akibat tekanan batin yang bergejolak tanpa arah.

Kirno juga pernah memakan bambu dengan giginya. Ironisnya, pernah meminum oli satu liter, makan api, makan ayam mentah sehingga kemampuannya disebut telah di luar batas nalar manusia.

"Bisa (mondar-mandir). Tapi, dia nggak bisa berdiri. Kalau berdiri, dia kekuatannya bertambah. Dia punya ilmu hitam yang banyak," ucap Sarti.

Walau begitu, Mbah Kirno tetap mendapat kebutuhan makan, minum, dan sebagainya. Pihak keluarga rutin memberikannya dari luar kerangkeng jeruji besi berukuran 0,5 meter.

Untuk urusan sakit, pihak keluarga sebenarnya rutin memberikan obat kepada Mbah Kirno. Bahkan melibatkan medis karena sering dikunjungi Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo dan obat dari Puskesmas setempat.

Namun demikian, upaya tersebut sulit membuahkan hasil lantaran Mbah Kirno sulit meminum obat. Mau tak mau, Kirno menjalani kehidupan tanpa bergerak sedikit pun selama 20 tahun.

"Mau diobati nggak jadi. Dia tuh mengamuk, dia dikasih obat itu nggak mau minum," jelas Kepala Desa setempat.

Tubuhnya semakin memprihatinkan hanya bisa terbaring tidur. Bahkan warna rambutnya semakin putih hingga lebat lantaran terkunci dari dalam jeruji besi.

Mbah Kirno Dijemput Polisi

Kisah pilunya terdengar pihak Kepolisian. Hal ini menggetarkan hati Ipda Purnomo dan tim menjemput Mbah Kirno.

Ipda purnomo menyampaikan, proses penjemputan mulanya sempat ditolak pihak keluarga. Ia memahami karena kekhawatiran Mbah Kirno kembali mengamuk dan emosinya kumat.

Ia juga mempertegas kepada pihak keluarga, bahwa dirinya siap menyembuhkan bahkan merawat Mbah Kirno.

"Saya ke sini nanti diminta persetujuan segala macam. Saya demi kemanusiaan saya rawat seumur hidup," tegas Purnomo.

Hingga pada akhirnya, proses negosiasi yang sebelumnya berjalan alot kini Purnomo dan tim diizinkan mengevakuasi Mbah Kirno.

Ipda Purnomo bersama jajaran pihak Kepolisian serta tim rescue langsung mengeksekusi. Proses evakuasi diperkirakan sekitar satu jam.

Petugas dan pihak Kepolisian memakai gerinda dan linggis agar mudah membuka kandang besi. Sebab, kunci gembok dipakai mengurung Mbah Kirno telah hilang.

Setelah itu, uban rabut yang semakin lebat dicukur dan tubuh Mbah Kirno dibersihkan tim rescue. Pria tua berusia 60 tahun itu pun dibawa untuk pemulihan.

Kabar Terbaru Mbah Kirno setelah Beberapa Hari Dibawa

Dalam unggahan video terbaru di YouTube pribadinya, Purnomo mengungkapkan perkembangan Mbah Kirno begitu luar biasa. Padahal baru menjalani proses pemulihan selama 2-3 hari.

"Kemarin, sehari pertama mbak Kirno jalannya cuma bisa 10 langkah jatuh, sekarang bisa jalan sendiri setelah satu hari dirawat," ujar Purnomo dilansir dari kanal YouTube Purnomo Belajar Baik, Sabtu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun begitu, cara komunikasi Kirno belum stabil meski terkadang terkonek saat berbincang dengan Purnomo.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT