DNA Lula Lahfah Ditemukan di Tabung Whip Pink Kosong, Polisi Masih Telusuri Asal Barang Tersebut
- Instagram/lulalahfah
tvOnenews.com - Kasus kematian selebgram Lula Lahfah masih terus menjadi sorotan publik.
Setelah hasil forensik dikeluarkan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri, kini polisi memastikan adanya temuan penting berupa DNA Lula Lahfah di tabung Whip Pink kosong yang ditemukan di lokasi kejadian.
Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Pembina Azhar Darlan, menjelaskan bahwa sejumlah barang bukti diperiksa secara menyeluruh usai meninggalnya Lula Lahfah.
Barang bukti tersebut meliputi tisu, kapas, seprai, hingga tabung Whip Pink yang sempat ditemukan di kamar Lula.
"Setelah kami melakukan pemeriksaan, kami dapat simpulkan bahwa benar bahwa pada seprai terdapat bercak darah pada tisu atau kapas bekas pakai terdapat bercak darah dan pada satu buah tabung Whip Pink itu muncul profil DNA," kata Azhar di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Dari hasil pemeriksaan forensik tersebut, terungkap bahwa bercak darah yang ditemukan di lokasi kejadian hanya milik Lula Lahfah.
"Kesimpulannya bahwa bercak darah yang ada pada seprai, bercak darah pada kapas dan tisu, dan touch DNA atau DNA sentuhan, profilnya itu adalah milik Saudari LL, dan Saudari LL ini adalah anak biologis daripada Saudara Muhammad Feroz," ujarnya.

- Julio Trisaputra/tvOnenews.com
Selain memeriksa DNA, tim Puslabfor juga melakukan pemeriksaan toksikologi terhadap sejumlah barang bukti dan obat-obatan yang ditemukan di lokasi.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya kandungan pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida yang dapat menyebabkan kematian mendadak.
"Dari semua 16 item ini, untuk pestisida, alkohol, arsen, sianida tidak ditemukan. Kemudian untuk bahan kimia dan obat-obatan, untuk 8 pound berbagai merek dan jenis, itu ditemukan adanya gliserin dan nikotin," ucap Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofik.
"Kemudian untuk botol liquid berbagai merek, ditemukan sama, nikotin dan gliserin. Yang pada obat 44 tablet, berdasarkan ukuran, bentuk, warna, tablet itu kami golongkan dalam 8 golongan bersama bentuk. Dari tablet tersebut kami analisa ada kandungan bahan aktif. Di antara bahan aktif yang kami temukan ada namanya citalopram, dietilpropion, sulfurik, mepivakain, ekanit, citalopram, paromomycin, kemudian ada clozapin," sambungnya.
Load more