News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dihujat Seolah Bela Denada ketimbang Ressa, Irfan Hakim Tak Habis Pikir Keluarganya Ikut Dihantam Netizen

Irfan Hakim mengklarifikasi video seolah membela Denada Tambunan daripada Ressa Rizky Rossano saat bertanya kepada Hotman Paris. Ia kaget keluarganya dihujat.
Jumat, 30 Januari 2026 - 20:58 WIB
Al Ressa Rizky Rossano, Irfan Hakim, Denada Tambunan
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo & Instagram/@irfanhakim75/@denadaindonesia

Jakarta, tvOnenews.com - Presenter Irfan Hakim mengklarifikasi pernyataannya. Ia dihujat netizen saat membahas kasus dugaan Denada Tambunan menelantarkan anak kandungnya, Al Ressa Rizky Rossano (24).

Pemicu hujatan tersebut setelah sebuah video Irfan Hakim terlihat seolah membela Denada ketimbang Ressa Rizky viral. Ia juga sedang meminta pendapat kepada pengacara Hotman Paris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sepanjang jalan gue buka-buka sosmed, banyak banget serangan dan hujatan buat gue. Sejujurnya gue bingung kok mengarahnya ke sini ya," ujar Irfan Hakim dilansir tvOnenews.com dalam video klarifikasi melalui Instagram pribadinya, Jumat (30/1/2026).

Irfan Hakim Singgung Keluarga Ikut Dihujat Imbas Bahas Kasus Denada dan Ressa Rizky Rossano

Irfan Hakim
Irfan Hakim
Sumber :
  • Instagram @irfanhakim75

Ia mengatakan, ribuan hujatan memenuhi sejumlah platform media sosial pribadinya. Ia tidak masalah menerima berbagai kata kasar menyadar kepada dirinya.

Ia juga tidak marah difitnah seolah membela Denada. Namun ia tak menyangka keluarga kecilnya ikut dihujat oleh netizen.

"Terima kasih hujatannya, terima kasih kata-kata kasarnya kepada saya, termasuk kepada istri dan anak-anak saya bahkan sampai keluarga saya," ucapnya.

Hingga pada akhirnya, Irfan Hakim menjelaskan alasan dirinya membuat video klarifikasi. Ia memahami netizen kecewa atas pernyataan seolah-olah bersikap mendukung Denada.

Irfan Hakim juga mengetahui motif luapan amarah dari netizen. Sebab, ia dinilai menormalisasikan seorang ibu menelantarkan anak kandung dan hubungan ibu-anak yang statusnya tidak jelas.

Penjelasan Irfan Hakim soal Video Bahas Denada saat Bertanya kepada Hotman Paris

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Ia membantah adanya tuduhan tersebut. Ia menilai netizen membuat framing membenturkan video dirinya saat bertanya kepada Hotman Paris melalui saluran program televisi dan penjelasan Ressa Rizky di podcast YouTube Denny Sumargo.

"Itu tidak seperti dibayangkan. Gue bertanya kepada Bang Hotman mengenai usia 24 tahun kenapa baru bertanya tentang hak anak kepada ibunya setelah podcast Densu," bebernya.

Ia membandingkan waktu tayangan pertanyaan tersebut. Hal itu terjadi sebelum Denny Sumargo menayangkan kesaksian dan cerita dari Ressa maupun keluarga paman Denada.

Ia menegaskan, pertanyaan tersebut tidak seputar Denada. Ia juga meminta penjelasan mengenai kasus dan prahara selebritis lainnya kepada Hotman Paris.

"Saat itu pada tanggal 20 Januari 2026, belum ada statement jelas dari kedua belah pihak. Adapun statement Ressa belum sepanjang di podcast Denny Sumargo," paparnya.

Ia heran dua video tersebut dibenturkan netizen. Ia menepis tuduhan menormalisasikan ibu kandung menelantarkan anak biologisnya.

"Bila ada ibu kandung menelantarkan anak kandung, itu salah. Jika ada komunikasi antara ibu dan anak, anak dan ibu, itu juga salah. Jadi, gue tidak membenarkan itu semuanya," tegasnya.

Ia mempunyai harapan agar memperoleh pernyataan dari kedua belah pihak. Publik pun bisa menilai dari dua sisi agar tidak berat sebelah.

Ia juga telah mendengar pernyataan dari kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal. Penyanyi berusia 47 tahun itu dikabarkan telah mengakui Ressa Rizky sebagai anak kandung.

Irfan Hakim selaku sahabat Denada bersyukur mendengar penjelasan tersebut. Dalam hal ini, ia berharap agar tidak ada pihak memanfaatkan video hoaks serta fitnah mengundang amarah publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Katanya kuasa hukum sudah membuka pengakuan dari Denada, bahwa Ressa adalah anaknya dan itu Alhamdulillah," katanya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT