News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Amarah Ronald Armanda ke Denada Tak Terbendung, Mama Ratih Sempat Disomasi

Amarah Ronald Armanda ke Denada memuncak setelah Mama Ratih disomasi. Ia buka kronologi dan klarifikasi demi hak Ressa Rizky Rossano. Simak berita selengkapnya!
Senin, 26 Januari 2026 - 11:12 WIB
Ronald Armanda dan Denada
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @denadaindonesia / YouTube Cumicumi

 

tvOnenews.com - Polemik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada Ronald Armanda, paman sekaligus kuasa hukum Ressa, yang menunjukkan amarah luar biasa terhadap Denada. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amarah Ronald dipicu perlakuan pihak keluarga Denada terhadap Mama Ratih, ibu mertuanya, yang disebut sempat disomasi dan didatangi polisi.

Ronald Armanda, atau dalam beberapa laporan disebut Ronald Armada, merupakan menantu dari Ibu Ratih, adik dari Emilia Contessa. 

denada
Ressa Rizky Rossano, Kuasa Hukum, dan Denada. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / Istimewa / Instagram @denadaindonesia / Cumicumi)

Selain menjadi anggota keluarga, Ronald juga bertindak sebagai kuasa hukum bagi Ressa Rizky Rossano, yang mengaku sebagai anak kandung Denada. Sejak bayi, Ressa diasuh dan dibesarkan oleh Ibu Ratih di Banyuwangi.

Ronald menyatakan keterlibatannya dalam kasus ini bukan hanya soal gugatan hukum, tetapi juga karena merasa sakit hati melihat ibu mertuanya diperlakukan tidak adil.

“Kemarin tuh kan begini, saya ini bukan soal membedah aib ya itu ya. Ini karena motivasi awal itu adalah orang tua saya, ibu saya ini ya di rumah itu didatangi polisi berseragam dan dilaporkan dan juga disomasi sama adiknya Denada namanya Muhammad. Perihal mobil yang ibu saya ini enggak tahu apa-apa,” kata Ronald dalam YouTube Cumicumi (24/1/2026).

Ronald mengungkapkan bahwa kesabaran dirinya sebagai anak dan kuasa hukum teruji saat Mama Ratih meneleponnya dalam kondisi lemah dan menangis.

“Nah kebetulan karena fisiknya lemah, sakit-sakitan, telepon saya nangis, ya nangis-nangis. Akhirnya ya saya selaku anak kan ya emosi ya. Sekarang siapa anak yang tidak sakit hati ketika ibunya digitu kan begitu,” ujar Ronald.

Ia menambahkan bahwa ia sempat mencoba menghubungi Muhammad, pihak yang menempuh jalur somasi, secara persuasif.

“Saya kontak secara persuasif kepada pihaknya Muhammad ini. Kenapa kamu kok ambil langkah itu? Kok tidak datang aja ke rumah menanyakan baik-baik? Kok malah mendatangkan polisi dan mensomasi kan begitu, kan begitu. Bagi saya itu anak yang sinting kan begitu,” tegasnya.

Ronald juga menegaskan bahwa jika pihak Denada ingin menyelesaikan masalah melalui jalur hukum, ia siap menempuhnya. 

Menurutnya, potensi kerugian hukum (potential loss) kini berada di pihak Denada, yang merupakan sosok publik figur.

“Kalau secara terang-terangan dia mau mengajak saya untuk bermain di ranah hukum ya saya siap. Soalnya perkaranya kan panjang jadi ceritanya kan. Itu makanya kalau saya buka, saya siap membuka dan akhirnya kalau kemudian mengakibatkan banyak-banyak potential loss yang ditanggung mereka, kita sudah enggak ada lagi. Kita ini enggak punya potensial loss karena potensial loss itu ada Denada karena dia kan figure kan itu,” jelas Ronald.

Ia menambahkan bahwa upaya mediasi yang gagal, serta perilaku pihak Denada yang tidak hadir dan memberikan statement ngawur melalui pengacara, semakin memicu kemarahannya.

“Seharusnya kalau dia punya kebijaksanaan ambil kesempatan itu malah tidak pernah hadir, malah pengacaranya memberikan statement yang ngawur. Bagi saya itu enggak rasional, masih belum bisa dapat akses komunikasi dengan Denada lah. Tanda tangan surat kuasa gimana caranya, you punya itikad untuk hadir apa enggak itu aja sudah kemarin itu,” tambah Ronald.

Akibat perlakuan tersebut, Ronald memutuskan untuk datang langsung ke Jakarta dan menyampaikan keterangan secara terbuka. 

Ia bahkan memanfaatkan podcast untuk menyampaikan kronologi secara runtut, logis, dan sistematis.

“Karena saya baca, oh ini kita dipermainkan kan, karena kalau bagi saya alasan-alasan yang ngawur itu merupakan penghinaan intelektual bagi saya. Makanya saya minta saya langsung datang ke Jakarta ini untuk menunjukkan, bahkan semalam saya podcast itu untuk memberikan keterangan secara runtut, logis, sistematis, ya, apa adanya, tidak pernah saya tambahi dan enggak pernah saya kurangi,” tegas Ronald.

Amarah Ronald Armanda bukan sekadar emosi pribadi, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap hak dan martabat Mama Ratih. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di balik konflik hukum dengan Denada, Ronald menunjukkan tekadnya untuk menegakkan keadilan bagi Ressa Rizky sekaligus menyuarakan klarifikasi secara terbuka, memastikan setiap langkahnya terekam secara logis dan sistematis.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Kegagalan Timnas Indonesia jadi juara di FIFA Series 2026 justru memicu sorotan luas dari berbagai media luar negeri. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data terbaru mengenai kepatuhan para penyelenggara negara dalam melaporkan harta kekayaannya. 
Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama
Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR RI melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan yang
Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Seiring dengan pesatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang mumpuni menjadi hal yang krusial. 

Trending

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak menghapus kesan positif di mata dunia. Media Vietnam heran dengan pujian pelatih Bulgaria.
Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi sidak SMA Negeri di Subang, temukan kondisi kotor dan atap rusak. Ia langsung kucurkan Rp20 juta dan beri nasihat tegas soal kreativitas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT