News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Review Papa Zola The Movie: Animasi Keluarga yang Menggali Makna Ayah di Balik Humor

Berbeda dari animasi petualangan atau aksi yang mendominasi layar lebar, film Papa Zola The Movie memilih fokus pada relasi keluarga, khususnya hubungan antara
Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB
Review Papa Zola The Movie: Animasi Keluarga yang Menggali Makna Ayah di Balik Humor
Sumber :
  • Tangkapan layar Moviezy

tvOnenews.com - Film animasi keluarga kerap menjadi ruang aman untuk membicarakan tema-tema emosional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

Melalui visual yang ringan dan cerita yang mudah diikuti, animasi mampu menjangkau anak-anak tanpa mengabaikan kebutuhan penonton dewasa. Dalam konteks inilah Papa Zola The Movie hadir sebagai film yang mencoba menawarkan lebih dari sekadar hiburan keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dari animasi petualangan atau aksi yang mendominasi layar lebar, film ini memilih fokus pada relasi keluarga, khususnya hubungan antara ayah dan anak. 

Tema tersebut terasa relevan di tengah perubahan pola keluarga modern, ketika peran ayah semakin dibicarakan bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur emosional dalam kehidupan anak.

Sebagai film layar lebar yang berangkat dari karakter yang sebelumnya populer di media sosial, Papa Zola The Movie menghadapi tantangan tersendiri. 

Film ini dituntut untuk mengembangkan karakter yang sebelumnya hadir dalam format singkat menjadi narasi panjang yang utuh, sekaligus menjaga kedekatan emosional dengan penontonnya.

Dari Karakter Viral ke Cerita Panjang yang Lebih Personal

Melansir dari Moviezy, film ini diproduksi oleh studio animasi Monsta. Film ini mengangkat kisah asal-usul Papa Zola, karakter yang selama ini dikenal luas melalui konten digital dengan gaya humor khas. 

Di versi layar lebar, karakter tersebut tidak lagi hanya tampil sebagai figur komedi, tetapi juga diperlihatkan sisi latar belakang dan perjalanan hidupnya.

Pengembangan film ini didorong oleh antusiasme penonton yang ingin mengenal Papa Zola secara lebih mendalam. Karakter tersebut ternyata tidak hanya menarik bagi anak-anak, tetapi juga digemari oleh penonton dewasa. 

Daya tarik lintas usia inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan cerita yang lebih emosional dan reflektif.

Papa Zola digambarkan sebagai sosok ayah yang tidak sempurna, namun berusaha hadir dengan caranya sendiri. Pendekatan ini membuat karakter terasa lebih manusiawi dan dekat dengan realitas banyak keluarga, alih-alih tampil sebagai figur ideal tanpa cela.

Pendekatan Emosional dan Gaya Bertutur yang Sederhana

Dalam film ini, sutradara sekaligus penulis cerita mengambil pendekatan yang lebih personal. Cerita dibangun secara perlahan, memberi ruang bagi penonton untuk memahami dinamika batin Papa Zola. 

Humor tetap hadir, namun tidak menjadi satu-satunya penopang cerita. Emosi dan relasi keluarga justru menjadi benang merah yang mengikat keseluruhan narasi.

Menariknya, karakter Papa Zola awalnya lahir dari kebutuhan untuk menjangkau penonton dewasa dalam proyek animasi sebelumnya. 

Saat itu, kreator menyadari bahwa banyak penonton yang telah tumbuh bersama serial animasi lama, namun tetap ingin menikmati cerita yang relevan dengan usia mereka. 

Dari situ, Papa Zola berkembang menjadi karakter mandiri yang tidak bergantung pada semesta cerita lain.

Film ini juga menegaskan bahwa Papa Zola tidak terinspirasi dari tokoh tertentu. Karakternya dibangun dari pengamatan keseharian, sehingga konflik dan emosinya terasa akrab. Pilihan ini membuat film lebih membumi dan mudah diterima oleh berbagai latar budaya.

Mengapa Film Animasi Malaysia Relevan untuk Penonton Indonesia?

Masuknya Papa Zola The Movie ke bioskop Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kedekatan budaya antara Malaysia dan Indonesia. 

Nilai-nilai keluarga, cara berkomunikasi antaranggota keluarga, hingga humor yang digunakan memiliki banyak irisan. Hal ini membuat cerita Papa Zola terasa tidak asing bagi penonton Indonesia.

Selain itu, animasi Asia Tenggara kini semakin mendapat tempat di pasar regional. Penonton Indonesia telah terbiasa dengan konten animasi dari negara tetangga, terutama yang mengangkat tema keluarga dan kehidupan sehari-hari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahasa visual yang universal juga membantu film ini melintasi batas negara tanpa kehilangan makna. Secara keseluruhan, Papa Zola The Movie tampil sebagai film animasi keluarga yang menekankan cerita dan emosi dibandingkan sensasi visual semata. 

Dengan tema ayah dan keluarga yang bersifat universal, film ini berpotensi diterima oleh penonton Indonesia sebagai tontonan yang ringan, reflektif, dan relevan untuk dinikmati bersama lintas generasi. (udn)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT