Review Papa Zola The Movie: Animasi Keluarga yang Menggali Makna Ayah di Balik Humor
- Tangkapan layar Moviezy
Dalam film ini, sutradara sekaligus penulis cerita mengambil pendekatan yang lebih personal. Cerita dibangun secara perlahan, memberi ruang bagi penonton untuk memahami dinamika batin Papa Zola.
Humor tetap hadir, namun tidak menjadi satu-satunya penopang cerita. Emosi dan relasi keluarga justru menjadi benang merah yang mengikat keseluruhan narasi.
Menariknya, karakter Papa Zola awalnya lahir dari kebutuhan untuk menjangkau penonton dewasa dalam proyek animasi sebelumnya.
Saat itu, kreator menyadari bahwa banyak penonton yang telah tumbuh bersama serial animasi lama, namun tetap ingin menikmati cerita yang relevan dengan usia mereka.
Dari situ, Papa Zola berkembang menjadi karakter mandiri yang tidak bergantung pada semesta cerita lain.
Film ini juga menegaskan bahwa Papa Zola tidak terinspirasi dari tokoh tertentu. Karakternya dibangun dari pengamatan keseharian, sehingga konflik dan emosinya terasa akrab. Pilihan ini membuat film lebih membumi dan mudah diterima oleh berbagai latar budaya.
Mengapa Film Animasi Malaysia Relevan untuk Penonton Indonesia?
Masuknya Papa Zola The Movie ke bioskop Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kedekatan budaya antara Malaysia dan Indonesia.
Nilai-nilai keluarga, cara berkomunikasi antaranggota keluarga, hingga humor yang digunakan memiliki banyak irisan. Hal ini membuat cerita Papa Zola terasa tidak asing bagi penonton Indonesia.
Selain itu, animasi Asia Tenggara kini semakin mendapat tempat di pasar regional. Penonton Indonesia telah terbiasa dengan konten animasi dari negara tetangga, terutama yang mengangkat tema keluarga dan kehidupan sehari-hari.
Bahasa visual yang universal juga membantu film ini melintasi batas negara tanpa kehilangan makna. Secara keseluruhan, Papa Zola The Movie tampil sebagai film animasi keluarga yang menekankan cerita dan emosi dibandingkan sensasi visual semata.
Dengan tema ayah dan keluarga yang bersifat universal, film ini berpotensi diterima oleh penonton Indonesia sebagai tontonan yang ringan, reflektif, dan relevan untuk dinikmati bersama lintas generasi. (udn)
Load more