Resonance dan Luka yang Tertahan, Kedewasaan Ifan Seventeen dalam Jangan Paksa Rindu (Beda)
Lagu ini tentang banyak pasangan di luar sana yang sebenarnya sudah berada di titik saling mengkhianati perasaan sendiri. Mereka berbohong pada diri mereka masing-masing, tetap bertahan meski sudah sangat tidak nyaman, karena takut keluar dari zona aman.
Pernyataan tersebut terasa sangat relevan dengan pesan yang disampaikan lagu ini, sekaligus menjelaskan mengapa Jangan Paksa Rindu (Beda) begitu mudah terhubung dengan pengalaman banyak orang.
Resonance, Album yang Menggetarkan Emosi
Single ini menjadi bagian dari album Resonance, sebuah karya yang menandai kembalinya Ifan Seventeen ke fase emosional yang lekat dengan perjalanan musikalnya bersama band Seventeen.
Kata Resonance diambil dari konsep resonansi, yakni getaran yang terus merambat dan bertahan, bahkan setelah sumber bunyi berhenti.
Album ini dirancang sebagai perjalanan emosional yang utuh. Pendengar tidak hanya diajak menikmati musik, tetapi juga merasakan refleksi tentang penerimaan, kehilangan, harapan, dan kedewasaan. Sepuluh lagu di dalamnya saling terhubung secara emosional, membentuk benang merah yang kuat dari awal hingga akhir.
Resonance memuat lagu-lagu seperti 1001 Cara, Jangan Paksa Rindu (Beda), Kidung Hawa, Tangisan Dibawah Hujan, Anomali, Sungguh Sempurna, Menjadi Bintang, Lelaki Hebat, Apa Kabar, dan Sakit Hati. Keseluruhan track tersebut memperlihatkan kematangan Ifan sebagai musisi dan penulis lagu.
Sebagai sosok yang telah melalui perjalanan panjang dan kehilangan besar sejak tragedi tsunami 2018, Ifan Seventeen menghadirkan karya yang terasa jujur dan dewasa.
Resonance bukan sekadar album baru, melainkan ruang dialog emosional antara musisi dan pendengarnya. Lagu ini menjadi pengingat bahwa terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling jujur yang bisa diberikan. (udn)
Load more