Motif Khairun Nisya jadi Pramugari Gadungan, Beli Seragam Online hingga Identitasnya Terbongkar
- Tangkapan layar
“Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti. Namun, karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke Bandara Soekarno-Hatta,” kata Yandri.
Tidak Berlanjut ke Jalur Hukum
Meski sempat diamankan, polisi memastikan kasus tersebut tidak berlanjut ke proses hukum karena tidak ditemukan unsur tindak pidana. Pihak Batik Air juga memilih tidak melakukan penuntutan.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun, bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
Pengakuan dan Jejak Media Sosial
- dok.tvonenews.com/tiktok
Khairun Nisya mengakui aksi penyamarannya dilakukan saat penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta pada Selasa, 6 Januari 2026.
“Saya benar melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta ID 70-508. Saya menggunakan atribut pramugari dan seragamnya,” kata Khairun Nisya.
Ia menegaskan dirinya bukan pramugari Batik Air dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak maskapai.
“Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Grup. Video ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun. Terimakasih,” ujarnya.
Perempuan asal Muara Kuang, Sumatera Selatan itu diduga tidak hanya sekali melakukan penyamaran. Ia diketahui aktif di media sosial dan kerap mengunggah konten mengenakan seragam pramugari lengkap dengan atribut penerbangan.
Salah satu akun TikTok yang diduga miliknya, @callmesyaaa, dilaporkan menghilang setelah kasus ini viral dan menuai kecaman publik.
Warganet juga menduga Khairun Nisya sengaja membuat kartu identitas palsu dengan nama “Nisya” agar terlihat sebagai awak kabin resmi.
Penampilan Meyakinkan hingga Lolos Terbang
Dalam sejumlah foto yang beredar, Khairun Nisya tampak mengenakan kebaya putih khas pramugari dipadukan dengan rok batik merah tua. Rambutnya tersanggul rapi, menciptakan kesan profesional.
Ia juga membawa koper dan tas bermerek Batik Air yang belakangan diketahui merupakan atribut palsu. Penampilan tersebut membuat banyak orang, termasuk beberapa pramugari asli, tidak menaruh curiga.
Bahkan, Khairun Nisya sempat berhasil ikut terbang. Diduga, ia membeli tiket penumpang dan dikira sebagai extra crew. Kecurigaan muncul setelah ia tidak mampu menjawab pertanyaan mendasar seputar tugas awak kabin.
Load more