Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut Nisya mendapatkan dukungan penuh untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pramugari, meski sebelumnya tersandung kasus penyamaran.
Kisah pilu pramugari gadungan Batik Air, Khairun Nisa nekat nyamar jadi kru kabin karena malu ditipu di hadapan orang tuanya. Kini ditawari pendidikan gratis.
Usai viral, pramugari gadungan Batik Air, Khairun Nisa mendapatkan kabar baik. Ia mendadak mendapatkan tawaran pendidikan gratis dari sebuah sekolah pramugari.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan pemeriksaan terhadap pramugari gadungan bernama Nisya (23) yang mengaku-ngaku sebagai awak kabin maskapai penerbangan Batik Air.
Inilah fakta-fakta terkait pramugari gadungan yang nekat naik pesawat hingga viral di media sosial. Mulai dari pernah melamar kerja tapi gagal hingga membeli seragam secara online.
Begini kisah Khairun Nisya (23) pramugari gadungan Batik Air yang viral gara-gara kepergok berbohong soal pekerjaannya. Ternyata ia ditipu orang di Jakarta.
Terungkap momen Khairun Nisya (23) terbongkar jadi pramugari gadungan di Batik Air. Polisi mengatakan, perempuan itu mulanya ketahuan dari seorang kru kabin.
Aksi wanita asal Palembang viral usai menyamar jadi pramugari Batik Air. Ia nekat memakai seragam asli demi meyakinkan orangtuanya bahwa sudah bekerja.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta.
RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.