Tak Sejalan dengan Insanul Fahmi, Sonny Septian Tegas Soal Poligami: Nama Baik Agama Jadi Jelek
- Tangkapan layar
Suami dari artis Fairuz A. Rafiq ini khawatir bahwa tindakan oknum tertentu yang mengatasnamakan agama justru mencoreng citra Islam dan membuat masyarakat salah menilai ajaran yang sebenarnya mulia.
"Nanti nama baik agama juga yang jelek. Orang bisa berpikir, kok agama ini seperti itu ya, mudah banget membenarkan hal-hal yang menyakiti hati istri,” ujar Sonny.
- Instagram/sonnyseptian
Ia juga menekankan pentingnya para guru agama dan ustaz berhati-hati dalam menikahkan pasangan agar tidak menimbulkan fitnah dan kerugian bagi perempuan.
Menanggapi pernyataan suaminya, Fairuz A. Rafiq pun ikut memberikan pandangan. Menurutnya, menikah, apalagi berpoligami, memiliki banyak syarat dan tanggung jawab yang tidak bisa dijalankan sembarangan.
"Menikah itu kan syarat dan ketentuannya banyak, enggak hanya sekadar menikah karena nafsu. Yang bisa mengamalkannya adalah orang-orang tertentu dan harus seizin istrinya dulu,” ujar Fairuz.
Ia juga menyoroti bahwa dalam pernikahan monogami saja, banyak pasangan yang menghadapi tantangan besar.
“Pernikahan satu aja udah banyak masalahnya, gimana kalau lebih dari itu? Sunah Rasul itu banyak, kenapa yang diambil justru bagian yang bisa menyakiti hati perempuan?” tambahnya.
Fairuz juga menyayangkan jika ada pihak yang menggunakan dalih agama untuk membenarkan tindakan yang justru mencemarkan nama Islam.
“Kasihan agama kita, kasihan guru-guru yang mengajarkan ilmu dengan benar, tapi malah jadi jelek gara-gara ulah segelintir orang,” ucapnya.
Ia mengajak umat Islam untuk lebih fokus mengamalkan ajaran yang bersifat membangun akhlak, memperkuat tauhid, dan menjaga kehormatan rumah tangga.
Pernyataan Sonny dan Fairuz ini kemudian menuai banyak dukungan dari publik.
Warganet memuji keduanya karena berani menyuarakan pandangan yang realistis dan berpihak pada keadilan perempuan, terutama di tengah situasi yang sedang ramai soal pernikahan siri Insanul Fahmi dan Inara Rusli. (adk)
Load more