Tak Sejalan dengan Insanul Fahmi, Sonny Septian Tegas Soal Poligami: Nama Baik Agama Jadi Jelek
- Tangkapan layar
tvOnenews.com - Konflik rumah tangga antara Insanul Fahmi, Wardatina Mawa, dan Inara Rusli masih terus menjadi sorotan publik.
Setelah sebelumnya mencuat kabar bahwa Inara Rusli mencabut laporan dugaan penipuan terhadap Insanul dan memilih untuk rujuk, kini giliran Mawa, istri sah Insanul yang tetap teguh pada pendiriannya melaporkan sang suami dan Inara atas dugaan perzinahan karena pernikahan siri yang dilakukan tanpa seizinnya.
Di tengah panasnya isu tersebut, perhatian publik tertuju pada unggahan video Sonny Septian di Instagram yang dinilai menyinggung Insanul Fahmi terkait poligami.
Banyak warganet yang menduga bahwa pesan yang disampaikan Sonny memiliki kaitan dengan polemik yang kini sedang viral.
Namun, Sonny menegaskan bahwa apa yang diucapkannya bukan untuk menyerang siapa pun, melainkan sebagai bentuk pengingat bagi diri sendiri dan sesama laki-laki agar tidak salah langkah dalam menjalankan ajaran agama.
“Sebenernya itu jadi pengingat buat diri sendiri ya, sama juga untuk laki-laki di luar sana. Maksudnya biar kita enggak salah gitu. Lebih ke yang wajibnya dulu diutamakan, tauhidnya dikuatin, akidahnya dikuatin, baru hal-hal lain,” ujar Sonny, dilansir dari kanal YouTube Mantul Infotainment.
- Kolase tvOnenews.com / YouTube MAIA ALELDUL TV / Instagram @gosip_danu
Sonny menyoroti fenomena di mana sebagian pria menjadikan alasan agama untuk membenarkan tindakan poligami, padahal niatnya belum tentu benar.
“Kadang takutnya hal seperti itu cuma karena nafsu atau syahwat aja, tapi dibalut dengan agama. Sayang banget ya, cuma supaya kelihatan halal dan aman, padahal ada hati yang tersakiti,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang akad, melainkan juga tentang amanah, akidah, dan tanggung jawab terhadap perasaan pasangan.
Sonny menegaskan bahwa meski secara agama poligami bisa sah, tetap ada aturan hukum negara yang harus dihormati.
“Ini negara hukum, jadi sesuatu juga harus berlandasan hukum. Karena kalau dilakukan diam-diam di belakang pasangan sah, itu bukan adil namanya. Adil itu harus disertai jujur,” tegasnya.
Suami dari artis Fairuz A. Rafiq ini khawatir bahwa tindakan oknum tertentu yang mengatasnamakan agama justru mencoreng citra Islam dan membuat masyarakat salah menilai ajaran yang sebenarnya mulia.
"Nanti nama baik agama juga yang jelek. Orang bisa berpikir, kok agama ini seperti itu ya, mudah banget membenarkan hal-hal yang menyakiti hati istri,” ujar Sonny.
- Instagram/sonnyseptian
Ia juga menekankan pentingnya para guru agama dan ustaz berhati-hati dalam menikahkan pasangan agar tidak menimbulkan fitnah dan kerugian bagi perempuan.
Menanggapi pernyataan suaminya, Fairuz A. Rafiq pun ikut memberikan pandangan. Menurutnya, menikah, apalagi berpoligami, memiliki banyak syarat dan tanggung jawab yang tidak bisa dijalankan sembarangan.
"Menikah itu kan syarat dan ketentuannya banyak, enggak hanya sekadar menikah karena nafsu. Yang bisa mengamalkannya adalah orang-orang tertentu dan harus seizin istrinya dulu,” ujar Fairuz.
Ia juga menyoroti bahwa dalam pernikahan monogami saja, banyak pasangan yang menghadapi tantangan besar.
“Pernikahan satu aja udah banyak masalahnya, gimana kalau lebih dari itu? Sunah Rasul itu banyak, kenapa yang diambil justru bagian yang bisa menyakiti hati perempuan?” tambahnya.
Fairuz juga menyayangkan jika ada pihak yang menggunakan dalih agama untuk membenarkan tindakan yang justru mencemarkan nama Islam.
“Kasihan agama kita, kasihan guru-guru yang mengajarkan ilmu dengan benar, tapi malah jadi jelek gara-gara ulah segelintir orang,” ucapnya.
Ia mengajak umat Islam untuk lebih fokus mengamalkan ajaran yang bersifat membangun akhlak, memperkuat tauhid, dan menjaga kehormatan rumah tangga.
Pernyataan Sonny dan Fairuz ini kemudian menuai banyak dukungan dari publik.
Warganet memuji keduanya karena berani menyuarakan pandangan yang realistis dan berpihak pada keadilan perempuan, terutama di tengah situasi yang sedang ramai soal pernikahan siri Insanul Fahmi dan Inara Rusli. (adk)
Load more