News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Review Film Riba: Horor Sosial Paling Mencekam Akhir Tahun, Ketika Pesugihan dan Dosa Ekonomi Menelan Kemanusiaan

Film riba bukan sekadar film horor yang mengandalkan teriakan dan kejutan, melainkan kisah psikologis yang menelanjangi sisi gelap manusia ketika keputusasaan
Selasa, 4 November 2025 - 23:53 WIB
Review Film Riba: Horor Sosial Paling Mencekam Akhir Tahun, Ketika Pesugihan dan Dosa Ekonomi Menelan Kemanusiaan
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Verona

tvOnenews.com - Dunia perfilman Indonesia kembali diguncang oleh kehadiran film horor terbaru garapan Verona Films berjudul “Riba”, yang resmi meluncurkan poster dan trailer perdananya. Disutradarai oleh Adhe Dharmastriya, ditulis oleh Titien Wattimena, dan diproduseri oleh Titin Suryani, film ini siap tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 4 Desember 2025. 

Menariknya, “Riba” bukan sekadar film horor yang mengandalkan teriakan dan kejutan, melainkan kisah psikologis yang menelanjangi sisi gelap manusia ketika keputusasaan dan godaan duniawi mengambil alih nurani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam dunia di mana tekanan ekonomi dan gaya hidup memaksa banyak orang mencari jalan pintas, “Riba” hadir sebagai cermin mengerikan dari realitas sosial masyarakat modern. Film ini mengangkat kisah nyata dari thread viral di media sosial X (Twitter) berjudul “Getih Anak” yang ditulis akun @mitologue. 

Thread tersebut telah dibaca lebih dari 3,9 juta kali dan mendapatkan lebih dari 20 ribu likes, membuktikan betapa besar daya tarik kisah kelam di balik praktik pesugihan yang nyata terjadi di tengah masyarakat. “Kami ingin menghadirkan cerita yang menegangkan sekaligus menggugah agar penonton tidak hanya takut, tapi juga bisa merenung setelah keluar dari bioskop,” ujar Produser Titin Suryani.

Kisah Nyata yang Menyelinap ke Dunia Sinema

Melansir dari YoTube Verona, film “Riba” berkisah tentang Sugi (Ibrahim Risyad), seorang ayah muda yang hidup damai bersama istrinya Rohma (Fanny Ghassani), dua anaknya Dimas (Kevin Danu) dan Bening (Emilat Morshedi), serta ibu mertuanya Lastri (Jajang C. Noer). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kehidupan keluarga sederhana ini berubah menjadi mimpi buruk ketika Sugi terjerat hutang riba dari juragan kejam. Dalam keputusasaan, ia menerima tawaran pesugihan “Getih Anak” dari sahabat lamanya Muji (Wafda Saifan). Ritual ini menjanjikan kekayaan instan, tetapi setiap tetes darah yang ditumpahkan membawa kutukan mengerikan yang menyeret keluarganya ke jurang kehancuran.

Trailer resmi film ini dibuka dengan narasi pelaku asli pesugihan “Getih Anak”, dipadu dengan potongan visual kehidupan keluarga yang hangat dan realistis. Namun, suasana segera berubah kelam saat Sugi mulai digerogoti rasa bersalah, halusinasi, dan gangguan mistis yang semakin intens. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT