News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Garang Asem Berbalut Daun Pisang, Pedas Segarnya Bikin Ketagihan

Aroma daun pisang begitu kuat, saat Garang Asem disajikan. Kuliner ini menjadi sajian yang berbeda, karena bumbu dan kuahnya dikukus dengan daun pisang.
Selasa, 29 Maret 2022 - 09:03 WIB
Pelanggan sedang menikmati garang asem berbalut daun pisang di Wonosobo.
Sumber :
  • Tim tvOne - Ronaldo Bramantyo

Wonosobo, Jawa Tengah – Aroma daun pisang pun begitu kuat, saat masakan Garang Asem disajikan di meja. Garang Asem ini menjadi sajian yang berbeda, karena biasanya kuliner ini dimasak menggunakan wajan dan ketika telah matang langsung disajikan diatas piring atau mangkok. 

Namun bagaimana rasanya jika semua bumbu Garang Asem dan kuahnya dikukus menggunakan daun pisang? Tentunya akan menggugah selera dan menambah nafsu makan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuliner Garang Asam daun pisang ini bisa ditemui di Rumah Makan Poro Rojo yang terletak di Desa Mudal, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Cukup 10 menit ke arah utara dari Alun-Alun Wonosobo, lokasi rumah makan ini pun tak biasa karena berada persis dipinggir area persawahan yang jauh dari keramaian kota.

Daging ayam empuk yang dikukus bercampur dengan bumbu garang asem pekat, menjadikan lidah pengunjung bergetar.

Menurut pemilik rumah makan, Warsigit, sajian garang asem miliknya ini memang dibuat berbeda dengan biasanya. Rasa asam sajian tersebut berasal dari bahan alami yakni tomat hijau. Selain itu, untuk menambah cita rasa Warsigit memasukan cabai utuh didalam kuah garang asam.

“Kami memang mencoba hal baru dengan membungkus garang asem dengan daun pisang yang dikukus. Proses pembuatannya pun sederhana, tapi butuh teknik tidak bisa sembarangan, apalagi pengukusannya pun bisa sampai 3 jam,” kata Warsigit.

Untuk menikmati sajian ini, pengunjung cukup membayar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu rupiah perbungkusnya, karena ayam yang disajikan pada garang asem ini ada 2 jenis, yakni ayam kampung dan ayam lehor.

“Pembeli tinggal memilih, mau yang isinya ayam kampung atau ayam lehor semuanya ada,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, menurut pelanggan setia kuliner garang asem asal Wonosobo, Nur Fatimah, menyatakan hampir setiap akhir pekan atau hari libur ia dan keluarga selalu menyempatkan untuk berkunjung ke rumah makan Pororojo hanya untuk sekedar menikmati sajian garang asem berbalut daun pisang ini.

“Disajikannya waktu masih panas gitu, jadi aroma daun pisangnya terasa banget. Untuk rasa kuahnya itu perpaduan asem, pedas dan seger. Apalagi daging ayamnya empuk banget seperti dipresto,” ujarnya. (Ronaldo Bramantyo/Buz) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT