News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kok Bisa Hercules Masih Hidup meski Sudah Ditembak dan Dibacok Tiap Malam? Tak Diduga Ternyata Alasannya karena...

Dikenal sebagai preman Tanah Abang, Hercules sudah lama merasakan pahit manis kehidupan, termasuk menjadi sasaran penembakan hingga pembacokan yang melukai dirinya.
Kamis, 22 Mei 2025 - 19:51 WIB
Hercules saat menunjukkan koleksi mobil mewahnya
Sumber :
  • Instagram @gribjaya_id

tvOnenews.com - Belakangan ini Hercules masih menjadi sorotan publik. Hal itu bermula dari pernyataan kontroversialnya yang viral di media sosial.

Kala itu, Hecules menyebut Jenderal (Purn.) Sutiyoso dengan sebutan "bau tanah". Sontak saja Hercules mendapat kecaman dari sejumlah pihak, salah satunya Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, bukan kali ini saja Hercules menjadi sorotan publik. Pria kelahiran 27 Mei 2968 tersebut lebih dulu dikenal sebagai preman legendaris.

Punya ribuan anak buah membuat Hercules memiliki pengaruh yang kuat, khususnya di wilayah Tanah Abang.

Kasus Hercules, mantan preman legendaris Tanah Abang/
Kasus Hercules, mantan preman legendaris Tanah Abang/
Sumber :
  • Antara

 

Bergelut di dunia premanisme selama bertahun-tahun membuat Hercules juga harus berhadapan dengan maut.

Bagaimana tidak, dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Gus miftah official pada tahun 2021 lalu, Hercules bahkan sempat menyatakan bahwa dirinya pernah mengalami penembakan hingga pembacokan berkali-kali.

 

Gus Miftah yang menjadi "tuan rumah" dalam acara yang mengundang Hercules itu lebih dulu bertanya kepada sosok yang ia panggil sebagai "Maung Hercules".

"Pernah dibacok berapa kali pernah ditembak berapa kali?" tanya Gus Miftah, dikutip dari kanal YouTube miliknya, Selasa (6/5/2025).

Hercules lalu lebih dulu menjelaskan kisah hidupnya yang dimulai dari menjadi kuli angkut untuk TNI Angkatan Darat hingga akhirnya membangun kelompok preman yang menjadi legenda hingga sekarang.

Hercules dan Gus Miftah
Hercules dan Gus Miftah
Sumber :
  • YouTube/Gus miftah official

 

Gus Miftah lantas bertanya lagi mengenai pengalaman paling tak terlupakan bagi Hercules saat dulu bergelut dalam dunia tersebut.

"Pengalaman apa di dunia malam waktu itu yang tidak bisa dilupakan?” tanya Gus Miftah kepada Hercules.

Eks penguasa Tanah Abang itu lantas menjawab, bahwa dirinya pernah dikeroyok oleh puluhan orang hingga menghadapi peristiwa pembacokan setiap malam.

Bahkan Hercules mengaku, bahwa dirinya pernah ditembak dalam jarak 1 meter dengan enam peluru yang langsung mengenai mata kanannya.

Eks preman Tanah Abang, Hercules
Eks preman Tanah Abang, Hercules
Sumber :
  • YouTube/Gus miftah official

 

“Pengeroyokan, pembacokan, hampir setiap malam. Pernah ditembak satu meter dengan beberapa peluru,” ujar Hercules.

“Tapi itu bukan sekali ya, ada beberapa kali. Termasuk salah satu mata yang sebelah kanan itu, cuman tembakan 6 peluru,” sambungnya.

 

Karena hal-hal seperti itu, sempat muncul isu bahwa Hercules punya 'kekuatan khusus', sehingga kebal terhadap tembakan hingga pembacokan.

Namun dalam kesempatan tersebut Hercules menyatakan, bahwa dirinya masih dilindungi oleh Allah SWT.

“Ditembak itu ada tiga kali beda-beda tempat, tapi alhamdulillah mungkin saya masih dilindungi,” ujarnya.

 

Masih bertanya-tanya soal apa yang telah dilallui oleh Hercules, Gus Miftah pun menanyakan alasan mengapa mantan preman itu tidak meninggal dunia, meski telah ditembak hingga dibacok berkali-kali.

“Dibacok berkali-kali, ditembak berkali-kali, kenapa kok Maung gak mati? Ilmunya apa?” tanya Gus Miftah.

“Mungkin waktunya belum tiba,” jawab Hercules yang membuat Gus Miftah kehabisan kata-kata karena kagum dengan jawaban yang dilontarkan bintang tamunya itu.

Hercules dan Gus Miftah
Hercules dan Gus Miftah
Sumber :
  • YouTube/Gus miftah official

 

Meski Hercules bergelut di dunia kriminalisme, tapi ia mengungkapkan bahwa ada sejumlah pantangan yang tak boleh dilakukannya.

Hal itu berkaitan dengan jenis-jenis kejahatan apa yang tak boleh dilakukan dan menjadi pantang baginya.

"Maung pernah nyopet gak?" tanya Gus Miftah.

"Oh enggak, enggak. Pantangan itu," jawab Hercules.

"Maung pernah nipu, gak?"

"Nipu juga pantangan itu. Gak boleh itu,"

"Maung pernah meras orang gak?"

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Wah, pantangan itu,"

(krm/ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT