Harimau Malaya Ogah 'Lawan' Timnas Indonesia? Eks Pelatih Malaysia Sebut Lebih Baik Lawan Manchester United: Itu Masuk Akal, Kenapa Kita Harus...
- tim tvOnenews / Antara
"Lebih masuk akal jika MU bermain melawan Timnas Indonesia, Malaysia, atau Thailand sebagai bagian dari persiapan mereka menjelang pertandingan kualifikasi. Kenapa harus ASEAN All-Star yang pemain utamanya tidak bisa main?" ucap Ong dengan nada mempertanyakan.
Beberapa negara lain seperti Myanmar, Kamboja, dan Singapura telah melepas sejumlah pemain. Thailand juga disebut ikut berkontribusi.
Sementara Vietnam sudah memastikan tiga pemainnya: Nguyen Quang Hai, Nguyen Hoang Duc, dan Do Duy Manh akan ambil bagian.
Namun, hingga pertengahan Mei, daftar final ASEAN All-Stars belum juga diumumkan.
Menurut Ong, laga melawan MU bisa menjadi panggung persiapan yang berguna bila melibatkan tim nasional aktif, bukan seleksi pemain dari berbagai negara yang tidak dalam kondisi ideal.
Apalagi, laga ini bersinggungan dengan kalender FIFA, saat sebagian besar tim nasional justru sibuk melakukan persiapan intensif jelang laga internasional resmi.
"Kalau kita bicara kalender FIFA, ya, semua pelatih nasional pasti mempertimbangkan pentingnya waktu persiapan. Kompetisi domestik memang sudah selesai, tapi ini waktunya TC dan pematangan tim nasional," tambah Ong.
Di tengah polemik ini, status laga ASEAN All-Stars melawan MU tetap tercantum di kalender FIFA Matchday.
Namun, hal itu justru memperumit situasi karena klub-klub ASEAN enggan melepas pemain ke laga eksibisi saat federasi mereka tengah bersiap menghadapi ajang resmi seperti Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2027.
“Banyak negara tidak ingin melepas pemain utama mereka. Klub-klub pun sulit memberi izin karena pertandingan ini bukan prioritas mereka. Lagipula, ada banyak biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk eksibisi,” kata Ong.
Kesimpulannya, Ong Kim Swee menilai promotor seharusnya lebih jeli membaca situasi.
Daripada memaksakan pertandingan ASEAN All-Stars yang tidak kompetitif, akan lebih efektif jika laga tersebut diberikan kepada salah satu tim nasional aktif seperti Indonesia, yang saat ini masih bertarung untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
> “Kalau ini memang FIFA Matchday, kenapa tidak dimanfaatkan tim nasional yang sedang mempersiapkan laga penting?,” tutup Ong, dilansir dari Makan Bola. (udn)
Load more