News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Jadi Salah Satu Pelatih Terbaik di Indonesia, Sosok Ini Ungkap Penyesalan Gagal Melatih Persib Bandung 4 Kali: Semua Gegara...

Pelatih bertangan dingin dan disebut sebut salah satu pelatih terbaik sepak bola di Indonesia, sosok ini ungkap penyesalan karena gagal melatih Persib Bandung.
Rabu, 30 April 2025 - 16:29 WIB
Persib Bandung vs PSS Sleman.
Sumber :
  • Persib

tvOnenews.com - Meski sukses menangani beberapa klub Liga Indonesia dan mempersembahkan juara, dan juga ketika tangani Timnas Indonesia, tapi sosok ini malah ungkap penyesalan saat gagal bergabung ke Persib Bandung.

Rahmad Darmawan, nama yang sudah tidak asing di sepak bola Indonesia, dia adalah sosok pelatih papan atas yang berpengalaman menangani beberapa tim besar di kompetisi sepak bola Indonesia dari era Liga Super Indonesia hingga Liga 1.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sosok pelatih kelahiran Bandar Lampung, 26 November 1966 itu mengawali kariernya sebagai asisten pelatih di klub Persikota di usia muda, dan dipercaya menukangi beberapa tim seperti Persipura, Sriwijaya FC, Persija, Arema FC hingga Madura United.

Eks pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan.
Eks pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan.
Sumber :
  • Antara

 

Dalam karier kepelatihan, Rahmad Darmawan pernah menorehkan catatan prestisius yakni mempersembahkan empat gelar Champion yang diperolehnya dari 2 klub berbeda ditanganinya di Liga Indonesia. 

Rahmad Darmawan membawa Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC juara ISL sebagai juara ISL musim 2005 dan 2007.

Selain itu, pelatih dijuluki RD ini membawa Sriwijaya FC untuk meraih gelar Copa Indonesia tiga kali beruntun musim 2008, 2009 dan 2010. 

Pria berusia 58 tahun itu juga berhasil menyumbangkan dua medali perak ketika menangani timnas Indonesia pada ajang SEA Games 2011 dan 2013. 

Di samping segala pencapaian impresifnya di Liga Indonesia, ternyata Rahmad Darmawan pernah sampai empat kali gagal bergabung dengan Persib Bandung.

Sukses bersama Sriwijaya FC, Rahmad mendapat kemudian menjadi juru taktik bagi Persija Jakarta untuk musim 2010-2011.

Rupanya pada musim berikutnya, ia mendapatkan tawaran untuk menjadi pelatih kepala Persib Bandung.

"Empat kali (gagal melatih Persib)," ungkapnya sebagaimana dilansir dari kanal youtube Akmal Marhali.

"2011 waktu itu sebelum terpanggil pelatih Timnas Indonesia, saya dari Sriwijaya terus ke Persija, nah saya harusnya waktu itu ke Persib," ujarnya.

Salah satu bentuk keseriusan adalah pihak Persib sudah memberikan DP (Down Payment) dan diterima oleh Rahmad Darmawan, yang dilanjutkan penandatanganan kontrak.

"Tapi di dalam klausul kontrak itu memang tertulis, waktu itu kan PSSI semuanya harus seragam kontraknya, apabila PSSI menginginkan tenaga yang bersangkutan menjadi salah satu menjadi bagian pengurus PSSI maka kontrak gugur demi hukum," kata Rahmad Darmawan. 

Ia bahkan sudah menyiapkan skuad untuk Persib Bandung menjalani Liga musim depan.

Namun sayang, Rahmad Darmawan saat itu tiba-tiba mendapatkan panggilan untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2011.

Atas hal tersebut, Rahmad Darmawan secara resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Persib Bandung, dengan menghadap langsung ke Manajer Persib, Umuh Muchtar.

"Saya ketemu di Solo, dan kembalikan DP-nya, itu akhirnya batal tapi pemain sudah main di sana akhirnya terus lanjut beberapa pemain," ucapnya.

Tak hanya itu, pada tahun 2013 ia kembali ditawari untuk ke Persib Bandung, tapi kejadian berulang.

"Gugur demi Timnas, jadi dari Persija nggak jadi ke Persib, seharusnya dua kali itu dari Persija-Persib, batal lagi karena Timnas Indonesia lagi," ungkap Rahmad Darmawan.

Persib Bandung
Persib Bandung
Sumber :
  • Website Persib

 

Cerita berlanjut, ketika ada momen Rahmad Darmawan berkarier abroad di Malaysia, ia direkrut sebagai pelatih Kepala Terengganu FC II pada tahun 2015.

Rupanya sebelum berangkat ke Malaysia, Rahmad Darmawan sempat kembali mendapat tawaran dari Persib Bandung.

"Saya sudah ketemu dengan petinggi Persib, dan sudah oke. Tapi memang momennya tidak tepat walaupun kita sudah buat agreement, tapi saya bilang saya enggak bersedia karena ada beberapa pertimbangan yang waktu itu sangat saya tidak etis lah, karena ada kolega saya di sana dan sebagainya. Akhirnya saya berangkat ke Malaysia," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pulang dari Malaysia itu terakhir kali saya hampir lagi ke Persib tapi kembali lagi bukan jodoh iya," sambungnya. (ind)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT