News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KOVO Dibuat 'Rugi' Besar Usai Ditinggal Megawati Hangestri Gabung Gresik Petrokimia? Kabarnya Gegara Megatron Cabut Liga Voli Korea Jadi....

KOVO merugi usai Megawati Hangestri tinggalkan Liga Voli Korea musim 2024-2025? Aspek popularitas dan citra liga yang sempat meroket berkat kehadiran Megatron akhirnya
Selasa, 29 April 2025 - 18:55 WIB
Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Keputusan Megawati Hangestri untuk tidak melanjutkan karier di Liga Voli Korea Selatan (KOVO) musim depan memicu gelombang kekecewaan, baik di kalangan penggemar maupun pengamat voli. 

Federasi Bola Voli Korea (KOVO) pun dikabarkan mengalami kerugian signifikan, bukan dalam bentuk finansial langsung, tetapi dalam aspek popularitas dan citra liga yang sempat meroket berkat kehadiran pevoli asal Indonesia tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Megawati yang sebelumnya menjadi andalan klub Jung Kwan Jang Red Sparks, secara resmi mengonfirmasi kepulangannya ke Indonesia untuk memperkuat klub Gresik Petrokimia

Hal ini diumumkan langsung oleh klub barunya lewat akun Instagram @petrovoli_ dengan caption antusias, “Teko!! Megawati up on The Bulls.”

Kepastian Megawati meninggalkan Korea Selatan datang tak lama setelah pengumuman Best 7 Korean V-League musim 2024–2025. 

Dalam daftar tujuh pemain terbaik tersebut, tak ada nama Megawati meski sebelumnya ia dijagokan sebagai salah satu kandidat kuat opposite terbaik.

Ketiadaan namanya memicu reaksi keras dari para penggemar, terutama dari Indonesia.

Statistik Megawati musim ini memang impresif. Ia membawa Red Sparks melaju hingga final dan meraih posisi runner-up Liga Voli Korea 2024–2025. 

Sepanjang musim reguler, ia dua kali menyabet gelar Most Valuable Player (MVP) dan menjadi tulang punggung tim dalam urusan menyerang. 

Meski begitu, gelar opposite terbaik akhirnya jatuh ke tangan Gyselle Silva, pemain yang memang menonjol sebagai top skorer, namun hanya sekali meraih MVP.

“Mega diremehkan mana bisa diam. Apalagi ini Mega nama sosok kuat di Indonesia mana mau diremehkan,” tulis seorang netizen dalam kolom komentar KOVO.

Sentimen semacam ini banyak bermunculan, hingga memunculkan ajakan untuk memboikot liga tersebut. “Boikot KOVO,” komentar lainnya berbunyi tegas.

Perbandingan gaji Megawati Hangestri di Red Sparks dengan Petrokimia Gresik
Perbandingan gaji Megawati Hangestri di Red Sparks dengan Petrokimia Gresik
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

 

Kekecewaan publik Indonesia terhadap KOVO pun berdampak pada ranah digital. Jumlah pengikut akun Instagram resmi KOVO (@kovo_official) tercatat menurun drastis dari 123 ribu menjadi hanya 110 ribu.

Penurunan ini sebagian besar berasal dari penggemar Indonesia yang selama dua musim terakhir menjadi audiens aktif berkat keberadaan Megawati. 

Tak hanya unfollow massal, sebagian besar penggemar Indonesia juga menyatakan ketidaktertarikan lagi untuk mengikuti liga voli Korea Selatan ke depan.

Sejumlah rumor bahkan menyebut bahwa KOVO kini sedang mempertimbangkan strategi promosi baru untuk menarik kembali minat penggemar luar negeri. 

Beberapa media olahraga di Korea Selatan menyebutkan bahwa absennya Megawati dari liga tidak hanya menurunkan engagement media sosial, tetapi juga berdampak pada potensi hak siar dan sponsor internasional, terutama dari Asia Tenggara.

Dalam laporan The Spike Korea, popularitas Megawati disebut sebagai salah satu faktor pendorong naiknya pamor V-League di luar Korea. 

Artikel itu mencatat bahwa “Megawati Hangestri menjadi magnet bagi fanbase muda dari Asia Tenggara, dan membawa semangat baru dalam dinamika kompetisi.”

Meskipun tak masuk Best 7, kontribusi Megawati terhadap kemajuan Red Sparks dan V-League secara keseluruhan tak bisa dipungkiri. 

Kepergiannya jelas meninggalkan celah besar, baik secara teknis dalam permainan maupun dari segi pemasaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini Megawati siap mengarungi musim baru bersama Gresik Petrokimia di Liga Voli Indonesia. 

Sementara itu, KOVO harus menghadapi tantangan untuk menjaga daya tarik liga mereka tanpa kehadiran sang “Megatron” yang telah menjadi ikon baru dalam kancah voli Asia. (udn)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT