News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Niat Merantau dari Negaranya untuk Kuliah hingga Kerja Kantoran, Pria Palestina Ini Malah Jadi Idola Bonek dan Bobotoh, Siapa?

Padahal niat merantau untuk kuliah hingga dapat kerja kantoran, pria Palestina ini malah jadi idola saat bela Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di Liga 1.
Selasa, 29 April 2025 - 18:43 WIB
Niat kerja kantoran, pria Palestina ini malah jadi idola Bonek dan Bobotoh
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

tvOnenews.com - Sebelum jadi idola bagi Bonek dan Bobotoh, pria Palestina ini ternyata sama sekali tidak berniat sebagai pemain sepak bola.

Bahkan sebelum dikenal di Indonesia, pesepakbola ini sempat kuliah hingga bekerja kantoran di Amerika Serikat sebelum jadi atlet si kulit bundar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak kisah unik dari pesepakbola dunia sebelum mereka seperti sekarang. Bahkan, ada yang awalnya tidak tertarik sebagai pemain bola.

Ambil contoh Greg Nwokolo. Jauh-jauh merantau dari Nigeria ke Singapura untuk kuliah, pemain ini akhirnya malah dinaturalisasi Timnas Indonesia.

Greg Nwokolo bahkan menjadi legenda di Persija Jakarta hingga pemain yang paling dikenang sepanjang sejarah kompetisi Indonesia.

Bukan cuma Greg Nwokolo, jika ambil contoh lainnya, pesepakbola dunia juga ada yang awalnya bukan berasal dari didikan akademi sepak bola.

Di sini, kita akan membahas pemain Palestina yang pada mulanya justru sama sekali tak tertarik sebagai pesepakbola. Adalah Mohammed Rashid.

Niat kerja kantoran, pria Palestina ini malah jadi idola Bonek dan Bobotoh
Niat kerja kantoran, pria Palestina ini malah jadi idola Bonek dan Bobotoh
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

 

Mohammed Rashid merupakan pemain Palestina yang cukup terkenal di Indonesia. Bagaimana tidak, ia pernah main di Persib Bandung, Bali United, dan kini Persebaya Surabaya.

Mohammed Rashid bercerita bahwa dahulu dirinya sama sekali tidak tertarik menjadi atlet sepak bola. Ia bahkan sempat menjadi pekerja kantoran.

Ketika itu, Mohammed Rashid memilih untuk merantau dari Palestina yang tengah dilanda perang berkepanjangan ke Amerika Serikat untuk berkuliah.

Semasa berkuliah di Universitas St. Francis, Chicago, Mohammed Rashid kerap mengisi kekosongan waktunya dengan bermain sepak bola di kampusnya.

“Selama kuliah di Amerika Serikat, saya juga bermain sepak bola untuk universitas. Sangat profesional,“ kata Mohammed Rashid dikutip dari YouTube Sport77 Official.

“Mereka mengorganisirnya dengan sangat baik. Saya main empat tahun di universitas St. Francis di Chicago,“ jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah lulus dari Universitas St. Francis, Chicago, Mohammed Rashid langsung menjadi pekerja kantoran. Dalam posisi ini, ia belum berpikir sebagai pemain bola.

“Saya pergi ke Amerika Serikat untuk kuliah. Jadi sebelumnya sama sekali tidak berpikir untuk bermain sepak bola. Hanya belajar yang benar lalu bekerja,“ ungkapnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT