Good Bye Timnas China dan Bahrain, Timnas Indonesia Pamit Lolos Duluan ke Piala Dunia 2026 Gara-gara Hal Ini
- Instagram patrick kluivert
tvOnenews.com - Good bye Timnas China dan Bahrain, perjalanan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 kini memasuki fase penentuan.
Di bawah asuhan Patrick Kluivert, peluang skuad Garuda untuk melangkah semakin terbuka, apalagi dengan situasi tak ideal yang tengah dihadapi oleh China salah satu rival utama di Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Saat ini, Timnas Indonesia menempati posisi ketiga klasemen Grup C dengan raihan 9 poin dari delapan pertandingan.
Sementara itu, China dan Bahrain sama-sama terdampar di dasar klasemen dengan masing-masing mengumpulkan 6 poin.
Dengan dua laga tersisa, melawan China dan Jepang pada bulan Juni 2025, peluang Indonesia untuk setidaknya melaju ke babak keempat kualifikasi masih terbuka lebar.
Namun, situasi ini juga membuat Indonesia harus tampil sempurna.
Kekalahan atau hasil imbang melawan China akan sangat berbahaya, berpotensi membuat Indonesia tersingkir lebih awal. Maka dari itu, kemenangan atas China menjadi harga mati.
Beruntung, kabar dari media China menunjukkan bahwa lawan Garuda Asia sedang dalam kondisi yang kurang menguntungkan.
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Sohu, salah satu media besar di Tiongkok, melaporkan bahwa striker andalan China, Behram Abduweli, baru saja mendapatkan hukuman berat akibat pelanggaran keras yang dilakukannya di Liga Super China.
"Tim nasional sepak bola Tiongkok kembali mengalami pukulan berat: striker populer Behram didenda berat dan dilarang bermain selama 4 ronde sebelum pertandingan Timnas Indonesia!" tulis Sohu.
Dalam laporannya, Sohu menjelaskan bahwa Behram mendapat kartu merah usai insiden pemukulan terhadap pemain Yunnan Yukun di pekan ketiga Liga China.
Akibat aksinya, Asosiasi Sepak Bola Tiongkok menjatuhkan sanksi tambahan berupa larangan bermain tiga pertandingan tambahan serta denda sebesar 30.000 yuan.
"Ini jelas menjadi ujian berat bagi pelatih Ivan," lanjut Sohu. Seperti diketahui, Ivan adalah pelatih kepala China yang sempat mengorbitkan Behram sebagai salah satu pilar penting di lini depan.
Meski Behram tetap berpeluang tampil saat menghadapi Indonesia, absennya dari empat pertandingan kompetitif di liga domestik tentu berpotensi menurunkan performanya.
"Behram adalah pemain kunci di lini depan Ivan. Di babak 18 besar ini, Behram berpartisipasi dalam 7 dari 8 pertandingan pertama tim nasional Tiongkok, termasuk 3 kali menjadi starter, dan mencetak 1 gol," tulis Sohu lagi.
Sayangnya, musim ini Behram belum sekalipun mencetak gol di Liga China, dan larangan bertanding selama empat laga jelas menjadi pukulan berat bagi persiapan China.
"Ivan mungkin harus mempertimbangkan kandidat lain," tambah Sohu.
Situasi ini tentu menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga.
Pasalnya, di era Shin Tae-yong, Indonesia pernah dipaksa menyerah oleh China, membuktikan bahwa secara kualitas, China tetap lawan yang berbahaya.
Jika mampu mengalahkan China, Timnas Indonesia bisa mengukuhkan posisi di tiga besar dan memperbesar peluang lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Bahkan, andai mampu menaklukkan Jepang di pertandingan terakhir, peluang Indonesia untuk merebut satu dari dua tiket otomatis ke Piala Dunia akan terbuka lebar.
Patrick Kluivert pun menekankan pentingnya fokus penuh di dua laga terakhir ini.
"Kami tidak boleh kehilangan konsentrasi. Setiap pertandingan kini seperti final," ujar Kluivert, dilansir dari situs resmi PSSI.
Dengan dua laga krusial melawan China dan Jepang pada bulan Juni mendatang, Timnas Indonesia punya kesempatan emas untuk mengukir sejarah baru: tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia melalui jalur kualifikasi. (udn)
Load more