Gus Miftah 'Diskakmat' Pelajar SMA karena Ngomong Kasar saat Ceramah, Ternyata Dia Sengaja Melakukannya karena Dulu Pernah...
- kolase tim tvOnenews
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Selain itu, Gus Miftah juga berbagi pengalaman ketika dirinya mengaji bersama sejumlah perempuan yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK).
Pada saat itu, dia menjabat tangan mereka meskipun bukan muhrim.
Hal itu ia lakukan karena para PSK tersebut enggan melanjutkan kegiatan mengaji jika Gus Miftah menolak untuk bersalaman, karena mereka menganggapnya sok suci.
"Saya pernah ngaji, terus salaman sama mbak-mbak PSK. 'Bukan muhrim kok salaman' Bapak ibu tahu alasannya apa? Dulu saya memutuskan tidak salaman, dianya tidak mau ngaji. 'Nggak usah ngaji, dianya sok suci'," cerita Gus Miftah.
"Kalau dalam bahasa ushul fiqih itu ada bahasa ngambil darurat yang lebih ringan. Saya mendingan menerima salaman mereka, tapi mereka mau ngaji, dari pada mereka tidak salaman, mereka tidak mau ngaji," sambungnya.
- ANTARA
Gus Miftah menerangkan, bahasa-bahasa kurang enak itu dipakainya karena terbiasa bertemu dengan golongan marginal tersebut.
"Bahasa-bahasa saya itu terbiasa kalau ketemu mereka," ujarnya.
Kendati demikian, Gus Miftah mengatakan bahwa kesehariannya bersama sang istri dirinya menggunakan bahasa Jawa krama atau bahasa yang lebih sopan.
"Kalau kalian tahu keseharian saya, saya sama istri saya boso. Saya aja sama santri boso," kata Gus Miftah.
"Karena biasanya kegagalan dakwah itu karena adanya jarak antara kyai dengan jamaah," pungkasnya.
(gwn)
Load more