News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lirik Lagu Sang Penggoda - Tata Janeeta feat. Maia Estianty, Curahan Hati untuk Orang Ketiga

Tata Janeeta dan Maia Estianty merilis lagu Sang Penggoda tahun 2018 lalu, lagu ini langsung terkenal dan memuncaki trending pada masanya. Berikut makna lagunya
Kamis, 31 Oktober 2024 - 14:08 WIB
Koalse foto Tata Janeeta, Maia Estianty, Mulan Jameela, Ahmad Dhani
Sumber :
  • kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Pada tahun 2018, Tata Janeeta dan Maia Estianty bekerja sama merilis sebuah lagu yang penuh makna mendalam berjudul Sang Penggoda.

Lagu ini bukan hanya sebuah karya musik, tetapi juga menjadi sebuah curahan hati tentang pahitnya pengkhianatan cinta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan lirik yang menohok, lagu ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang harus menerima kenyataan pahit karena ditinggalkan oleh pasangannya.

Pasangannya tergoda oleh kehadiran orang ketiga, membuat luka dalam yang sulit dilupakan.

Tata Janeeta, yang juga menulis lirik lagu ini, mengakui bahwa Sang Penggoda adalah gambaran dari realita kehidupan yang dialami banyak orang.

“Kita manusia kadang lupa akan janji dan sumpah… perasaan berubah seperti awan yg bergerak dan bbrp dari ‘mereka’ berubah wujudnya.. But life’s must go on.... smile lady’s .. one day you will find your true love,” tulis Tata Janeeta di Instagram.

Maia Estianty yang dikenal dengan pengalaman hidupnya sendiri, mengungkapkan bahwa lagu Sang Penggoda didedikasikan untuk perempuan-perempuan kuat.

Dalam sebuah unggahan di media sosialnya, Maia menuliskan pesan yang cukup tajam, “Untuk Sang Ratu, tidak usah repot mengotori tangan kalian karena karma itu nyata.”

Berikut lirik lagu Sang Penggoda yang dinyanyikan oleh Tata Janeeta feat. Maia Estianty. Simak selengkapnya di bawah ini. 

Lirik lagu Sang Penggoda - Tata Janeeta

Intro

Kau dulu pernah bilang

Aku ratu di hatimu sayang

Dan aku ratu di istanamu

Dan dulu kau pernah bilang

Takkan pernah tinggalkanku

Sumpah mungkin kau lupa

 

Chorus

Dan ku pernah jadi yang tersayang

Ku pernah jadi yang paling kau cinta

Mungkin kau lupa

Dan disaat sang penggoda datang

Kau biarkan dia hancurkan istanaku

Ternyata kau lupa aku ratumu

 

Kini akupun telah pergi

Telah kurelakan kau bersamanya

Kubiarkan dia merebut semua

 

Oh ingatkah dulu pabila

Takkan pernah tinggalkanku

Sumpah mungkin kau lupa

 

Chorus

Dan ku pernah jadi yang tersayang

Ku pernah jadi yang paling kau cinta

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mungkin kau lupa

Dan disaat sang penggoda datang

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT