News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seruput Sensasi Rempah Hangat Wedang Kupat dari Purbalingga

Di Purbalingga, Jawa Tengah, ada kemasan minuman rempah kreatif dan praktis. Namanya wedang kupat. Minuman rempah ini dikemas dalam wadah atau selongsong kupat 
Jumat, 21 Januari 2022 - 11:44 WIB
Selongsong kupat masuk ke gelas segala ukuran
Sumber :
  • Tim tvOne - Sonik Jatmiko

Purbalingga, Jawa Tengah - Rempah menjadi daya tarik negeri ini pada zaman kolonial dahulu. Kekayaan alam ini menjadi komoditas penting dunia pada saat itu. Pun hingga kini, bumbu esensial ini tetap hadir melintas waktu. 

Seperti di Purbalingga, ada kemasan minuman rempah kreatif dan praktis. Namanya wedang kupat. Ketupat dalam bahasa Banyumasan disebut sebagai kupat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Minuman rempah ini dikemas dalam wadah atau selongsong kupat. Sehingga saat menikmati, tinggal seduh kupatmya. 

"Kalau biasanya kan dicampur menajdi wedang uwuh. Lalu saya coba pakai kantung kasa, seperti teh celup, tapi kekhasannya gak dapet. Akhirnya ketemu lah selongsong ketupat," ujar Suyatno alias Pakdhe, pencipta wedang kupat.

Beralasan memang, wedang rempah khas harus disajikan secara khas. Lalu kesan rempah sebagai bahan alami, juga harus dikemas secara alami, tanpa unsur artifisial.

"Kalau wedangnya alami, terus kemasannya kertas buatan. Seperti ada yang dikhianati," ujar Pakdhe terkekeh.

Alasan lain, di sekitar tempat tinggalnya di Kajongan Purbalingga adalah sentra sapu. Industri rumahan yang memproduksi aneka sapu, termasuk sapu lidi, ada limbah sampingan bagian daunnya setelah diambil lidinya.

"Bahan selongsong melimpah ruah, hanya limbah, jadi saya memanfaatkan," ujarnya.

Ukuran selongsong dari daun kelapa ini tidak sama dengan ketupat pada umumnya. Agar bisa masuk ke mulut gelas saat menyeduh, kupat dibuat lebih kecil. Pun sesuai dengan takaran rempah untuk membuat segelas wedang.

Tak hanya kemasan yang unik dan ramah lingkungan. Isi rempah pun khusus diramu oleh Pakdhe. Ada delapan jenis rempah yang digunakan sebagai bahan wedang kupat. Diantaranya jahe, secang, kayu manis, tangkai bunga cengkih, daun jeruk, akar alang-alang, dan sarang semut.

"Prosesnya juga kita buat sesempurna mungkin. Pengeringan misalnya, kita jemur di bawah terik matahari dengan penutup kain hitam selama tujuh hari. Cara ini bisa mencegah jamur di bahan-bahan, sehingga tanpa pengawet tetap berdaya simpan lama," ujar Pakdhe. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu bagaimana rasanya? 

"Memang beda. Dari kemasan pakai kupat membuat kesan alaminya kerasa banget. Rasanya juga menjadi lebih netral," ujar Widya, usai menyeduh wedang kupat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT