News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Depan dr Richard Lee, Pegi Setiawan Justru Blak-blakan Ngaku Kalau Dia di Sel Malah Diperlakukan Baik di Penjara, Apa Maksudnya?

Pegi tidak menyangka jika ia mendapat perlakuan baik di dalam penjara. Karena awalnya dia justru menyangka bahwa suasana penjara itu sangat seram dan kelam.
Sabtu, 20 Juli 2024 - 21:45 WIB
Pernah Umbar soal Diperlakukan Buruk di Polda Jabar hingga Muka Ditutup Keresek di Depan Media, Pegi Setiawan Justru Ngaku ke dr Richard Lee Kalau Dia di Sel Malah Diperlakukan Baik, Apa Maksudnya?
Sumber :
  • YouTube dr Richard Lee

tvOnenews.com - Pegi Setiawan, yang juga dikenal dengan nama samaran Robi, adalah orang yang sebelumnya dinyatakan sebagai salah seorang tersangka dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon

Pegi alias Perong mengaku pernah diperlakukan buruk di Polda Jabar hingga wajahnya ditutup dengan keresek dan dibully dengan sebutan banci. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bullying tersebut, menurut Pegi, berakar dari namanya yang mirip dengan nama seorang artis terkenal di Indonesia, Peggy Melati Sukma.

Pegi mengungkapkan bahwa ia sering diejek karena namanya yang dianggap feminin dan karena ia tidak merokok. 

“Saya enggak ngerokok. Udah enggak ngerokok, nama kayak cewek, kayak banci. Saya malu. Saya ganti nama jadi Robi karena lebih macho, lebih laki. Saya ganti nama semenjak diceng-cengin dan diomongin Pegi Melati Sukma Harum Namanya,” ujarnya dilansir dari YouTube dr. Richard Lee, Sabtu (20/7).

Pegi juga mengungkapkan bahwa nama gaulnya, Robi, ia gunakan saat berkenalan dengan perempuan untuk menghindari ejekan. 

Namun, ia tidak menyangka bahwa keputusan untuk menggunakan nama baru tersebut akan mengantarkannya pada kasus pembunuhan Vina Cirebon. 

“Saya enggak kepikiran. Disebut ganti intensitas padahal KTP masih sama, enggak operasi wajah,” katanya.

Dalam pengungkapan awal kasus ini pada Mei 2024, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyatakan bahwa Pegi menggunakan nama Robi sebagai identitasnya di tempat kerja sebagai kuli bangunan. 

"Dia berganti nama. Panggilan di tempat kerja (kuli bangunan) mengaku bernama Robi,’’ ujar Jules pada Rabu (22/5/2024) malam.

Siapa sebenarnya Pegi Setiawan alias Perong? Pegi Setiawan dikenal di lingkungan sekitar sebagai sosok yang berusaha menutupi identitas aslinya karena sering di-bully. 

Sebagai pekerja kuli bangunan, ia mencoba menjalani kehidupan normal dengan menggunakan nama samaran. 

Namun, kehidupannya berubah drastis setelah ia terlibat dalam kasus pembunuhan yang menggemparkan publik.

Pegi mengaku kepada berbagai media online bahwa ia mendapatkan perlakuan buruk saat berada di Polda Jabar. 

Sebelumnya Pegi sempat mengatakan bahwa, "Wajah saya pernah ditutup keresek dan saya dibully dengan sebutan banci karena nama saya." 

Pengakuannya tentang perlakuan buruk yang diterimanya di Polda Jabar serta alasan di balik penggunaan nama samaran ini menambah kompleksitas kasus yang sedang dihadapinya. 

Hingga kini, proses hukum terhadap Pegi Setiawan alias Robi masih terus berlanjut, dan publik menunggu perkembangan terbaru dari kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Kendati demikian, Pegi Setiawan juga mengaku bahwa dirinya juga pernah mendapat perlakuan baik sewaktu di dalam penjara.

Melansir dari YouTube dr. Richard Lee, Sabtu (20/7) berikut pengakuan Pegi Setiawan apa yang pernah dialaminya di dalam penjara.

"Tapi alhamdulillah saya tuh ya kemarin di dalem ketemu orang-orang baik disana di dalem. Banyak sekali, banyak dukungan, justru saya di dalem banyak dapet dukungan yang luar biasa," ungkap Pegi Setiawan pada dr. Richard Lee di kanal YouTubenya.

Pegi tidak menyangka jika ia mendapat perlakuan baik di dalam penjara. Karena awalnya dia justru menyangka bahwa suasana penjara itu sangat seram dan kelam. 

"Ternyata kebalikannya, saya di dalem justru dapat sambutan yang luar biasa," ujar Pegi.

Bahkan Pegi mengaku bahwa setiap hari kondisi kesehatannya selalu di cek oleh petugas dan narapidana lain di penjara. 

"Warga tahanan dan para penjaganya, semua dukung saya Alhamdulillah," tutur Pegi seraya tersenyum.

"Tapi katanya, kalau kita pelaku kejahatan seksual, di dalem penjara justru di siksa?," tanya dr. Richard Lee. "Iya katanya gitu, tapi kok aku bisa beda gitu. Ya aku juga bersyukur alhamdulillah gitu," jawabnya.

Pada awal masuk penjara, Pegi mengungkapkan jika dirinya selalu ditanya-tanya apakah benar pelaku pembunuhan Vina Cirebon atau bukan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya saya coba menjelaskan bahwa saya tidak pernah melakukan semua ini. Ini adalah sebuah fitnah yang bukan saya yang melakukan. Terus-terusan kalau ada yang nanya, mulai dari penjaga, pengawas-pengawas," pumgkasnya. (udn)

Baca berita terkini dan lebih lengkap, klik google news tvOnenews.com
Ikuti juga sosial media kami;
twitter @tvOnenewsdotcom
facebook Redaksi TvOnenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT