News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mantan Kabareskrim ini Berani Umbar Borok Polisi di Kasus Vina Cirebon, Terang-terangan Katakan Kalau Ada...

Mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi berani umbar borok polisi di kasus Vina Cirebon, terang-terangan katakan begini. Seperti apa? Simak artikelnya berikut.
Jumat, 19 Juli 2024 - 18:28 WIB
Mantan Kabareskrim ini Berani Umbar Borok Polisi di Kasus Vina Cirebon
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi berani umbar borok polisi di kasus Vina Cirebon, terang-terangan katakan begini.

Kasus kematian Vina Cirebon belum juga menemukan titik terang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi ikut menyoroti hal ini. Apalagi santer beredar bahwa oknum polisi melakukan kekerasan terhadap terpidana kasus Vina Cirebon. Seperti apa? Simak artikelnya berikut.


Mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi soal kasus Vina CIrebon. Sumber: kolase tvOnenews.com

Kasus Vina Cirebon merupakan salah satu kasus  yang terjadi pada 2016 dan kembali viral usai diangkat menjadi film layar lebar.

Tragedi Vina Cirebon ini merupakan suatu hal yang memilukan. Sebelum dibunuh, Vina disebut terlebih dahulu diperkosa.

8 tahun berlalu, viral pernyataan para terpidana kasus Vina yang mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi.

Penyiksaan itu mereka dapatkan ketika  proses pemeriksaan, ketika para terpidana ditangkap. Hal Ini diungkap Dedi Mulyadi dalam kanal YouTube-nya.

Salah satunya pengalaman dari terpidana atas nama Eko dan Jaya. 

Dodi menceritakan bahwa Eko dan Jaya mendapat penyiksaan dari penyidik saat proses BAP.

Mereka juga mendapat kekerasan dari sesama tahanan. Eko dan Jaya juga diminta untuk meminum air kencing oleh sesama tahanan di lapas.

Mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi blak-blakan mengungkap soal oknum polisi yang melakukan tindak kekerasan dalam kasus Vina Cirebon. 

Hal ini disampaikan Ito Sumardi dalam kanal YouTube Uya Kuya TV. 

Kepada Uya Kuya, Ito Sumardi tak memungkiri adanya kekerasan yang dilakukan, namun dalam batas wajar.

“Mungkin ada (kekerasan) tapi dalam batas. Kekerasan fisik di dalam tahanan, saya tidak bisa mengatakan itu siapa,” kata Mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi dilansir dalam kanal YouTube Uya Kuya TV.

Ito Sumardi menyebut kekerasan yang terjadi di sel adalah hal yang lumrah, terlebih bagi sesama tahanan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita selalu ada CCTV. Di seluruh dunia, kekerasan yang terjadi dalam tahanan yang dilakukan sesama tahanan itu sudah lumrah terjadi,” kata Ito Sumardi.

Kemudian, dirinya menyayangkan mengapa pernyataan-pernyataan yang menyudutkan pihak kepolisian baru diungkap. Padahal kasusnya itu sudah sejak 8 tahun lalu.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT