News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Respons Menohok Prof. Menachem Ali soal Nasab Ba'alawi, Menurutnya Habib di Indonesia Itu keturunan ...

Pakar Filologi, Prof. Menachem Ali ikut berkomentar polemik nasab Ba'alawi atau garis keturunan habib di Indonesia, menanggapi pernyataan KH Imaduddin Utsman.
Senin, 1 Juli 2024 - 14:00 WIB
Pakar Filologi, Prof. Menachem Ali ikut berkomentar terkait polemik nasab Ba'alawi atau garis keturunan habib di Indonesia.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

Kyai Imad mengatakan bahwa Ahmad bin Isa ini wafat 345 Hijriah berarti beliau adalah beliau adalah orang yang hidup di abad ke-4.

"Dari situ saya mencari kitab-kitab yang ada di abad keempat, kitab-kitab sejarah itu sudah ada di abad keempat, namun yang khusus menerangkan apakah Ahmad bin Isa ini punya anak ini belum ada," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemudian saya cari di abad ke-5 baru ada, kitab yang menerangkan tentang siapa itu Ahmad bin Isa, dan berapa saja anaknya, ada kitab tahdzibul nasab  karya alubadili, ada kita Almajdi karya al-umari," terangnya.

KH Imaduddin Utsman
 KH Imaduddin Utsman al-Bantani tegaskan nasab Habib itu tidak ada. 

KH Imaduddin Utsman menyamapaikan bahwa sampai akhirnya di abak ke-10, baru lah ada nama-nama yang disebut oleh klan Habaib ini sebagai nama leluhur mereka.

"Dari abad ke-4, 5, 6, 7, 8 ini sudah diterangkan bahwa namanya Ahmad bin Isa hanya mempunyai anak tiga, Muhammad, Ali, dan Husain," tuturnya.

"Tidak ada anak dari Ahmad bin Isa yang bernama Ubaid, Ubaidillah. atau Abdullah, tidak ada," paparnya.

Prof. Menachem Ali respons soal Nasab Habib di Indonesia

Pakar Filologi, Prof. Menachem Ali menanggapi soal polemik Nasab Ba'alawi atau disebut sebagai keturunan Nabi Muhammad di Indonesia, dia berpandangan bahwa pernyataan dari Imaduddin Utsman tidak sepenuhnya keliru soal Habib.

Hal ini karena menurutnya, tidak pernah ditemukan manuskrip eksternal (selain yang dimiliki oleh kelompok Ba'alawi) yang berkisah tokoh bernama Ubaydillah anak Ahmad bin Isa.

“Jika saya ditanya apakah dokumen mengenai tokoh yang bernama Ubaydillah itu eksis pada zaman (Ahmad bin Isa), maka saya bilang tidak ada,” ujar Menachem Ali dilansir YouTube Rhoma Irama Official.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prof. Menachem Ali mengatakan bahwa tidak ada ditemukan manuskrip yang menjelaskan tokoh bernama Ubaydillah, terhitung dari abad keempat, kelima, keenam, ketujuh dan kedelapan.

"Tokoh Ubaydillah baru eksis manuskrip di abad kesembilan hijriah. Jadi selama lebih dari 500 tahun dokumen (manuskrip menceritakan tokoh Ubaydillah) tidak ada," terangnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT