News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kerokan Bukan Budaya Asli Indonesia, Ternyata Telah Dikenal dari Abad ke-5 di Negara Ini

Tahukan kamu, kerokan yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia sebagai alternatif pengobatan, ternyata bukan asli budaya Indonesia
Minggu, 10 Maret 2024 - 13:00 WIB
Ilustrasi - Kerokan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com -  Tahukan kamu, kerokan yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia sebagai alternatif pengobatan, ternyata bukan asli budaya Indonesia.

Meski kerokan sangat populer di Indonesia, terutama  saat mengalami masuk angin, kerokan justru terlebih dahulu dikenal di berbagai negara Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kerokan pun memiliki berbagai sebutan dan metode yang berbeda-beda disetiap negara. Lalu, dari mana asal-usul kerokan ini?

Dalam tradisi Tionghoa, kerokan sering disebut dengan “gua sha” yang artinya menggosok. Metode tersebut dilakukan untuk mengeluarkan angin dari dalam tubuh yang dianggap menjadi penyebab penyakit.

Tradisi ‘gua sha” dikenal di China pada abad ke-5 hingga ke-7 atau sekitar tahun tahun 1368 dan 1644 masehi, sebelum akhirnya menyebar ke berbagai wilayah Asia lainnya, termasuk Indonesia.

Dalam catatan sejarah, “gua sha” ada sejak zaman Paleolitikum. Pada saat itu, metode ‘gua sha” dilakukan dengan memijat atau menggosok bagian tubuh dengan tangan, batu atau koin.

                                                     Ilustrasi Kerokan

Gerakan menggosok tersebut menimbulkan ruam pada kulit dan terlihat titik-titik kecil merah dan diduga menjadi jalan keluarnya angin dari dalam tubuh. 

Tak hanya itu, “gua sha” atau kerokan juga diyakini membantu melancarkan aliran darah dan menciptakan efek ‘mengangkat’ racun dari dalam tubuh yang berguna bagi penyembuhan.

Biasanya ‘gua sha’ dilakukan bersamaan dengan perawatan lainnya seperti akupuntur, terapi panas, pijat dan penggunaan obat herbal.

Tak hanya di China dan Indonesia, kerokan juga di kenal di Vietnam dengan sebutan ‘Cao Gio’, sementara di Kamboja kerokan dikenal dengan istilah ‘Goh Kyol’

Seiring perkembangan ilmu kedokteran modern, masih ada keraguan untuk mempercayai kerokan sebagai penyembuhan penyakit. 

Namun, meski masih sangat kontroversial di kalangan medis, kerokan masih dipercaya masyarakat sebagai alternatif penyembuhan penyakit khususnya masuk angin.

Meski memerlukan penelitian lebih lanjut, namun dari data yang ada, kerokan tidak hanya membantu mengusir masuk angin, tapi juga dipercaya dapat meredakan gejala beberapa penyakit.

                                                         Ilustrasi 

Lalu apa saja manfaat yang didapat dari kerokan bagi kesehatan tubuh, berikut sejumlah manfaatnya yang dilansir dari laman Kemenkes.

Meredakan Masuk Angin

Kerokan diyakini sebagai terapi yang mujarab untuk menghilangkan angin dari dalam tubuh, meski dalam dunia kedokteran istilah masuk angin tidak dikenal, namun gejala kerap dirasakan.

Manfaat lainnya yang dirasakan saat masuk angin melakukan kerokan diantaranya, meredakan pegal-pegal atau sakit otot. 

Meredakan Ketegangan Otot Leher dan Bahu

Kerokan juga dapat dipercaya meredakan ketegangan otot di sekitar leher dan bahu. Biasanya ketegangan otot terjadi karena banyaknya aktivitas di depan layar komputer.

Kemampuan kerokan menghilangkan ketegangan otot juga telah dilakukan penelitian dan dipublikasikan di jurnal Archives of Allied Medical Sciences. Studi tersebut mengungkapkan jika dua kelompok orang yang merasakan ketegangan otot diberi terapi kerokan dan tidak.

Hasilnya, mereka yang mendapat terapi kerokan merasakan rasa sakit berkurang dan dapat melakukan gerakan memutar leher

Meringankan Gejala Perimenopause

Perimenopause merupakan masa transisi yang dialami seorang wanita menjelang menopause. Gejala yang dialami berupa Insomania, merasa lelah dan merasakan tubuh bagian atas merasa panas.  Melakukan kerokan dapat meredakan gejala yang dilami. 

Mempercepat pemulihan otot

Manfaat kerokan dapat membantu menjaga kebugaran dan kondisi khususnya atlet agar tetap prima. Klaim tersebut didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 dan dipublikasikan di Journal of Traditional Chinese Medicine.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengurangi Peradangan Akibat Hepatitis B

"Hepatitis B adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan inflamasi, kerusakan, dan luka pada hati. Beberapa percaya bahwa kerokan bisa membantu meredakan peradangan hati kronis. Namun, hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut sebelum diakui sebagai bagian dari terapi yang disarankan dalam praktik medis." (mii)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT