News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mulut 'Bau Naga' Bikin Ogah Bicara? dr. Zaidul Akbar Punya Tips Khusus Untuk Mengatasi Napas Bau Tak Sedap, Ternyata Cukup.....

dr. Zaidul Akbar menyebut bahwa ada cara khusus untuk membantu mengatasi bau tak sedap. Menurut sang dokter, napas berbau tak sedap dapat diatasi dengan.....
Sabtu, 2 September 2023 - 14:15 WIB
Ilustrasi orang bau mulut (kiri) dan dr. Zaidul Akbar ketika sedang ceramah
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com – Napas bau membuat seseorang enggan untuk menyampaikan gagasan karena cenderung tidak percaya diri. Karena banyaknya permasalahan akibat napas tersebut, dr. Zaidul Akbar sampai membuat pengajian khusus untuk membahasnya.

‘’Yang tidak kalah sering banget dialami banyak orang zaman sekarang adalah bad breath. Itu maaf mulutnya bau,’’ kata dr. Zaidul Akbar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ternyata penyebab nafas kurang sedap bukan hanya permasalahan mulut, namun juga perut. 

‘’Bukan hanya masalah mulut saja di sini, tapi di perut juga banyak masalah di situ,’’ imbuh dr Zaidul Akbar.

Badan mengeluarkan bau tidak sedap dipicu oleh makanan yang biasa dikonsumsi sehingga seseorang perlu menggunakan deodoran.

‘’Karena yang dimakan asam jadi keringat itu muncul bau,’’ ujar dr Zaidul Akbar.

‘’Saya juga pernah seperti Anda. Pakai deodoran segala macam gitu kan apalagi tergiur dengan iklan-iklan yang luar biasa,’’ tambah dr Zaidul Akbar. 

Belum lagi deodoran itu, lanjut dr Zaidul Akbar, menggunakan bahan kimia yang tidak perlu dipakai bahkan bisa memicu masalah dalam badan.

Cara mengatasi bau badan dan bau mulut menurut dr Zaidul Akbar

Lantas, dr Zaidul Akbar menyarankan kepada orang-orang yang memiliki masalah bau badan dan bau mulut untuk menghentikan konsumsi makanan yang mengandung tinggi.

‘’Jangan makan yang asam-asam. Contoh yang asam apa? Tepung, minyak, nasi, gula. Makanan tiap hari kan? Jengkol apalagi kan,’’ terang dr Zaidul Akbar.

Selain memicu bau mulut dan bau badan makanan-makanan asam seperti itu akan memudahkan badan dihinggapi penyakit.

‘’Tapi setelah saya perbaiki pola-pola makan ternyata bau badan tidak muncul jadi kita nggak perlu deodoran,’’ terangnya.

‘’Nanti teman-teman coba deh dalam satu minggu itu atau tiga hari aja porsi makan Anda lebih banyak sayur sama buah nanti bau badannya mulai hilang perlahan,’’ imbuhnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian ganti deodoran menggunakan deodoran alami yakni jeruk nipis. 

‘’Cara pakainya bisa disemprot atau digosok-gosokin lah di bagian ketiaknya,’’ pungkasnya. (Lsn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT