News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Hadapan Denny Sumargo, Jusuf Hamka Bilang Tak Mau Terlihat Orang Kaya 'Bohongan': Gue Mau jadi Orang Kaya Beneran

Mohammad Jusuf Hamka adalah seorang pengusaha jalan tol yang menjadi perbincangan publik, lantaran menagih utang ke pemerintah sebesar Rp800 miliar. (13/6).
Selasa, 13 Juni 2023 - 16:03 WIB
Pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo

Menurut pria yang dikenal dengan sifat dermawan ini bahwa kebanyakan orang begitu tahu dirinya sudah achieve pada target, setelahnya berhenti dan mulai malas-malasan.

"Dia lupa nih, nanti anak makin gede sekolah makin mahal, ntar ada anak yang tabrakan kakinya patah, terus kan tingkat inflasi setiap tahun pasti berubah, sehingga biasanya mereka kalah." ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sementara si tionghoa -tionghoa ini selalu diajarkan gaya hidup hemat dan selalu uber-uber cuan terus, karena mempersiapkan diri kalau nanti keadaan susah, keadaan sakit, keadaan anak mau sekolah, keadaan hari tua," terangnya.

Pria keturunan samarinda-tionghoa ini mengatakan bahwa prinsip orang tionghoa yang selalu diajarkan.

"Elu gak boleh lebih miskin dari anak-anak elu, itu kami diajarkan karena wibawa elu gak akan ada nanti," jelasnya.

Sementara masyarakat Indonesia, selalu mengajari anak-anaknya dari kecil.

"Nak, nanti kalau udah gede jadi Menteri ya, jadi Gubernur ya, biar bapak sama ibu bisa ikut kamu bahagia. Selalu menyandarkan kepada itu," ujarnya.


Potret kebersamaan Jusuf Hamka bersama putranya di depan masjid yang didirikan. (antara)

Pengusaha muslim ini mengungkapkan bahwa pola pikir yang salah masyarakat kita, karena selalu menggantungkan hidupnya kepada anaknya.

Sementara orang tionghoa memiliki prinsip tidak mau menggantungkan hidupnya sama anaknya.

Denny Sumargo merasa penasaran, mengapa Jusuf Hamka tidak menerapkan pola flexing untuk menargetkan apa yang menjadi usaha dan marketingnya.

Merespons hal itu, dengan tegas Jusuf Hamka berkata bahwa flexing itu hanya untuk kelihatan kaya, tapi bukan kaya beneran.

"Flexing itu kan hanya untuk kelihatan kaya, bukan kaya beneran. Saya maunya kaya beneran, saya gak mau keliatan kaya," tuturnya. 

"Cita-cita saya adalah jadi orang kaya beneran, bukan kelihatan kaya, kalau kelihatan kaya, saya jadi foto model saja," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Denny Sumargo menanggapi pernyataan dari Jusuf Hamka, dan berkata bahwa jika menerapkan pola flexing maka kelihatan kaya beneran.

Babah Alun menyatakan bahwa hal itu kaya semata-mata bohongan. Dirinya mencontohkan bahwa banyak sekarang perusahaan-perusahan besar kelihatan hebat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT