News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Kontroversi Ratna Sari Dewi Mantan Istri Soekarno, Mulai dari Foto Tanpa Busana Hingga Dipenjara Akibat Memukul Orang

Ratna Sari Dewi mantan istri Presiden RI Soekarno pernah terlibat kontroversi. Wanita cantik berdarah Jepang ini ternyata pernah dipenjara setelah memukul orang
Senin, 24 April 2023 - 17:44 WIB
Ratna Sari Dewi
Sumber :
  • Kolase tim tvonenews.com

tvOnenews.com – Tak banyak yang tahu, Ratna Sari Dewi sang mantan istri Presiden RI pertama Soekarno pernah terlibat beberapa kontroversi. Wanita cantik berdarah Jepang ini ternyata pernah mendekam dipenjara setelah memukul orang, bagaimana kisahnya?

Kecantikan Ratna Sari Dewi kerap menjadi sorotan. Namun, mantan istri ke-6 Soekarno ini ternyata menyimpan sejumlah kontroversi mencengangkan, mulai dari memukul seseorang hingga berujung 37 jahitan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3 Kontroversi Ratna Sari Dewi, Mantan Istri Soekarno

1. Memukul Anak Presiden Filipina dengan Gelas Wine

Ya, pemilik nama asli Naoko Nemoto ini pernah memukul seseorang dengan gelas wine hingga mengalami 37 jahitan. Ya, korban yang dimaksud adalah putri Presiden Filipina.

Kisahnya berawal pada tahun 1992, tepat di bulan Januari Ratna Sari Dewi menghadiri sebuah pesta yang digelar di Aspen, Colorado, Amerika Serikat. Saat itu, putri Presiden Filipina bernama Maria Octavia Osmena turut hadir.

Tak terduga, keduanya terlibat perkelahian. Hal ini dipicu dari Ratna Sari Dewi yang menertawakan rencana politik yang dilontarkan oleh Osmena, yang ingin mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden Filipina. Hal ini pun membuat keduanya berseteru, wanita berdarah Jepang itu berujung memukul Osmena dengan sebuah gelas wine.

Akibat kejadian itu, Osmena harus menjalani 37 jahitan. Imbasnya, mantan istri Soekarno itu harus mendekam dibalik jeruji selama 34 hari.

2. Berpose Telanjang di Sebuah Buku

Tak hanya itu, wanita yang biasa disebut Madam Dewi ini ternyata pernah berpose sensasional di sebuah buku berjudul Madame D Syuga. Buku yang hanya dijual di Jepang itu tampak Ratna Dewi Sari yang tampil setengah bugil dengan tato di pundaknya.

Disampingnya, tampak Soekarno yang duduk lengkap berpakaian rapi. Buku tersebut tidak didistribusikan ke Indonesia karena banyak pihak yang merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan wanita asal Jepang itu. Hal itu dinilai mencemarkan nama baik Presiden RI pertama, Soekarno.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Menyebut Kematian Soekarno Tidak Wajar

Kontroversi selanjutnya adalah Ratna Sari Dewi sempat meyebut kematian Soekarno tidak wajar. Menurutnya, kematian Presiden RI pertama itu sudah diatur oleh pemerintah Orde Baru, Soeharto. Madame Dewi mengatakan bahwa suaminya telah dibunuh secara perlahan dengan menggunakan obat hingga berujung overdosis.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT